SuaraJawaTengah.id - Berdasarkan hasil tes swab di Kabupaten Sragen, dalam waktu sehari jumlah warga terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 bertambah tujuh orang. Total sudah ada 18 warga Kabupaten Sragen yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.
Diberitakan Solopos -- jaringan Suara.com, Jumat (1/5/2020), tambahan tujuh warga terkonfirmasi positif virus corona ini semuanya berasal dari klaster Gowa. Mereka merupakan peserta Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang urung dilaksanakan pada 19 Maret lalu.
“Dari 130 warga yang pulang dari Gowa, 37 warga di antaranya positif reaktif berdasar rapid test. Mereka sudah menjalani tes swab. Hampir tiap hari kami lakukan tes swab. Hasil tes swab untuk delapan warga sudah turun [Kamis (30/4/2020)] malam. Tujuh warga di antaranya positif, satu warga negatif,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, Jumat (1/5/2020), seperti dikutip dari Solopos.com.
Tatag belum bisa menjelaskan dari kecamatan dan desa mana di Sragen tambahan tujuh warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasar hasil tes swab itu.
Satu warga yang dinyatakan negatif akhirnya dipulangkan dari Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS). Gedung itu menjadi tempat isolasi khusus bagi klaster Gowa yang sebelumnya dinyatakan positif berdasar rapid test dengan status orang tanpa gejala (OTG).
“Kerena hasil swab negatif, dia kami pulangkan. Namun, dia tetap harus menjalani isolasi mandiri di rumah," ujar Tatag.
Ia pun berharap Satgas Covid-19 di tingkat desa bisa memberi pendampingan selama isolasi mandiri.
"Kami mohon kepada Satgas Covid-19 di tingkat desa bisa memberi pendampingan, pengawasan dan evaluasi dalam tempo 14 hari ke depan. Sebab, idealnya karantina mandiri itu berlangsung satu bulan. Setelah itu, saya minta dia bisa jalani rapid test atau tes swab secara mandiri agar yang bersangkutan bisa benar-benar sembuh," kata Tatag.
Sekda Sragen ini pun berharap tidak ada lagi klaster baru.
Baca Juga: 3.022 Warga Jakarta Positif Corona dari Rapid Test
"Kami berharap tidak muncul klaster baru karena yang bersangkutan tidak menjalani isolasi mandiri di rumah,” papar Tatag.
Antrean untuk pengujian hasil tes swab menumpuk hingga ribuan
Hasil tes swab untuk 29 warga dari Klaster Gowa masih dalam proses penelitian laboratorium di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Tatag mengakui antrean untuk pengujian hasil tes swab menumpuk hingga ribuan. Padahal, dalam sehari lab tersebut rata-rata hanya bisa menguji 100 hasil tes swab.
“Paling banter itu dikeluarkan 100 hasil tes swab/hari. Kalau antrean ada 1.000, berarti tinggal nunggu kelipatan dari 100 itu. Tapi, kami berharap untuk hasil tes swab warga yang sudah masuk PDP [pasien dalam pengawasan] bisa disegerakan karena itu sifatnya urgen,” kata Tatag memungkasi.
Berita Terkait
-
Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Dikeroyok Perguruan Silat hingga 7 Tahun Koma, Kompol Aditia Menghembuskan Nafas Terakhir
-
Turun Langsung ke Cilacap, Ini Deretan Aspirasi Warga yang Diterima Wapres Gibran dan Sekda Jateng
-
Atlet Selam Tewas Tenggelam Saat Porprov: Polisi Dalami Kemungkinan Unsur Kelalaian
-
Bukan Sekadar Ajang Berebut Medali, Ini Target Besar di Balik Porprov Jateng 2026
-
Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi