SuaraJawaTengah.id - Satu pasien di RSUP Kariadi Semarang nekat melompat dari lantai enam Gedung Rajawali yang merupakan ruangan khusus pasien untuk Covid-19.
Pasien bernama Sukinah (58), warga Kabupaten Demak, diduga melakukan tindakan nekat tersebut karena stres.
Meski begitu, Juru Bicara RSUP Kariadi Semarang Parna enggan mengemukakan penyakit khusus yang diderita orang tersebut.
"Saya tidak ngomong Covid-19 tapi kan bisa disimpulkan kalau orang dirawat di ruang isolasi berarti dia punya penyakit khusus yang tidak boleh dicampur dengan pasien lain," jelasnya kepada SuaraJawatengah.id, Senin (10/8/2020).
Namun, ia tak bisa menjelaskan lebih rinci soal penyakit yang diderita oleh pasien tersebut.
Menurutnya, pihaknya tidak bisa memberikan informasi tersebut karena aturan kode etik yang telah berlaku di rumah sakit.
"Soal penyakitnya apa saya tidak bisa menjelaskan. Intinya keluarga sudah menerima," ucapnya.
Sementara, Kapolsek Semarang Selatan Kompol Untung Kistopo mengatakan, sudah memeriksa beberapa saksi terkait kejadian tersebut.
Dari penuturan saksi yang ada, korban diduga mengalami depresi lantaran penyakit yang diderita tak kunjung sembuh.
Baca Juga: Pasien Positif Corona di RSI Jombang Kabur Usai Hasil tes Swab Keluar
Bahkan, lanjutnya, beberapa saksi juga mengatakan jika pasien tersebut sebelumnya sudah mencoba melakukan aksi bunuh diri.
Namun, aksi tersebut sempat berhasil digagalkan oleh petugas.
"Berdasarkan saksi memang sempat bunuh diri namun berhasil digagalkan petugas," ucapnya.
Menurutnya, pasien tersebut sebenarnya sudah dijaga ketat karena diketahui sempat melakukan aksi bunuh diri.
Namun, saat hari kejadian pasien diperiksa petugas namun pasien terasbut tidak ada di ruangan.
"Setelah dicari petugas ternyata pasien tersebut sudah tergeletak jatuh dari lantai 6 ruang Rajawali," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gita Wirjawan di UHN Tegal: Kepemimpinan Mendatang Harus Ditata Ulang, Jangan Mabuk Elektabilitas
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah