SuaraJawaTengah.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo menggelar debat publik Pilkada 2020 dengan dua pasangan cawali-cawawali, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo), Rabu (4/11/2020) malam.
Debat Publik Pilkada perdana diwarnai pertarungan dua calon beda generasi dan gaya penyampaian.
Dilasir dari Solopos.com, Calon Wali Kota (Cawali) nomor urut 1 Solo Gibran Rakabuming Raka membahas persoalan yang lebih luas soal dampak Covid-19, sedangkan Cawali nomor urut 2, Bagyo Wahyono, bicara soal tata krama dan karakter budaya.
Perbedaan ini tampak saat keduanya memaparkan visi. Gibran dengan gaya berapi-api bahkan sempat menyinggung dampak Covid-19 bagi tatanan global. Dia juga mengungkapkan optimisme Solo bakal keluar dari persoalan ekonomi dampak dari Covid-19.
Katanya selain 3M, Solo perlu mempersiapkan prosedur adaptasi kebiasaan baru.
"Intinya peningkatan kualitas puskesmas dan RSUD," katanya.
Soal dampak ekonomi, Gibran mempersiapkan skema restrukturasi kredit, kelonggaran pembayaran pajak daerah dan retribusi UMKM.
"Untuk membuka peluang kita membuat creative hub untuk anak muda di Solo, UMKM di Solo bisa naik kelas. Jika warga sehat ekonomi kuat," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Gibran mengatakan saat ini Solo memiliki tantangan besar selain dampak Covid-19 yaitu keberlangsungan Solo sebagai kota Budaya.
Baca Juga: Ditinggal Bagyo Debat dengan Gibran, Istri: Bapak Ndak Grogi, Kami Degdegan
"Solo menghadapi tantangan kota modern. Masalah kemacetan, kepadatan penduduk, dan sampah," katanya.
Berbeda dengan Gibran, Bagyo justru fokus pada sandang. Persoalan sandang ini mengisi lebih banyak waktu untuk dijelaskan oleh Bagyo.
"Kita harus menjaga tata krama toleransi dan menghargai. Soal sandang, kita juga harus memulai tentang baju-baju adat orang Solo seperti penggunaan batik dan lurik untuk kepentingan industri di kota Solo," katanya.
Bagyo juga menekankan agar masyarakat Solo menggunakan pakaian adat. Sementara soal pangan, Bagyo juga bakal menghidupkan ekonomi kerakyatan.
"UKM dan UMKM akan kita dorong dan kita bantu. Kita juga akan memberikan bantuan berupa pinjaman lunak," katanya.
Bagyo menambahkan, pihaknya akan meminta pengusaha di Soloraya untuk membantu orang kecil, UKM dan UMKM.
Berita Terkait
-
Tak Enak Badan Pascadebat, Bajo Absen Temui Media
-
Bagyo Tanya Kontribusi Milenial, Gibran: Saya Berwirausaha Sejak Umur 23
-
Mengintip Gagasan Gibran dan Bagyo yang Dibawa ke Panggung Debat
-
Berasal dari Rakyat Kecil, Pasangan Bajo Ingin 'Ngewongke Wong Solo'
-
Tanggapi Konsep Gibran, Bagyo: Saya Doakan Bisa Terlaksana, Saya Jadi Saksi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha