SuaraJawaTengah.id - Kabupaten Boyolali mencatatkan angka partisipasi pemilih tertinggi di Jawa Tengah (Jateng) pada gelaran Pilkada 2020.
Partisipsi pemilih tercatat 89,53 persen. Padahal, Pilkada Serentak kali ini digelar di tengah masa pandemi Covid-19.
Selain Boyolali, dua kabupaten di Soloraya masuk daftar empat kota/kabupaten dengan partisipasi pemilih tertinggi di Jateng pada Pilkada 2020.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklihparmas) KPU Jateng, Diana Ariyanti, kepada Solopos.com-jaringan Suara.com, Sabtu (12/12/2020), mengatakan dari 21 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada Serentak 2020, tingkat partisipasi pemilih paling tinggi di Kabupaten Boyolali.
Partisipasi masyarakat Boyolali pada Pilkada Serentak 2020 mencapai 89,53%. Disusul Kabupaten Rembang dengan 85%, Kabupaten Sukoharjo 80,74%, Klaten 80%, dan Kabupaten Semarang dengan 78,78%.
“Total DPT kita itu sekitar 15 juta-an. Dari jumlah itu sekitar 74,34% yang menggunakan hak pilih. Sisanya memilih untuk tidak menggunakan. Bukan karena golput atau ideologi. Tapi, lebih karena beberapa faktor seperti tidak ada di tempat saat pencoblosan atau tinggal di luar daerah,” kata Diana.
Diberitakan sebelumnya, dia menyebut berdasarkan hasil perhitungan sementara, tingkat partisipasi pemilih di Jateng rata-rata di angka 74,34 persen, dengan Boyolali yang tertinggi.
Pencapaian itu memang tidak sesuai dengan target partisipasi pemilih yang dicanangkan KPU pusat, yakni 77,5 persen. Kendati demikian, Diana menilai partisipasi pemilih masyarakat Jateng kali ini sudah sangat bagus. Apalagi, pilkada 2020 digelar dalam masa pandemi Covid-19.
“Kalau mau dibandingkan ya harus apple to apple. Kita bandingkannya dengan Pilkada Serentak sebelumnya, yakni 2015. Pada Pilkada Serentak 2015, partisipasi pemilih sekitar 68,54 persen. Padahal, itu tidak pada masa pandemi. Sekarang, pada masa pandemi justru mengalami kenaikan,” tutur Diana.
Baca Juga: Pilkada Usai, Ketua DPRD Tangsel Banting Setir Jual Motor? Ini Faktanya
Bahkan, Diana menyebut partisipasi pemilih di Jateng pada pilkada kali ini justru yang tertinggi dibanding pilkada sebelumnya. Hal itu seperti yang tampak di partisipasi pemilih di Boyolali.
Pada pilkada yang digelar dari 2005-2008, jumlah partisipasi pemilih rata-rata berkisar 70,55 persen. Sementara selama kurun waktu 2010-2015, tingkat partisipasi masyarakat justru turun di angka 68 persen.
“Kebetulan kan kita menggelar pilkada secara serentak pada 2015 dan 2020. Kalau sebelumnya kan tidak digelar serentak, pisah-pisah. Nah, dari pelaksanaan pilkada sejak 2003 itu, ini [partisipasi masyarakat] yang paling tinggi,” imbuh Diana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!