Tangkapan layar Refly Harun mengkritisi kejanggalan ditembaknya enam laskar FPI. (YouTube/Rafly Harun)
"Kenapa tragedi kemanusiaan? Karena yang tewas ini anak-anak muda kita sendiri, putra bangsa, warga negara republik indonesia dan pada saat kejadian mereka tidak sedang melakukan tindak pidana, bukan teroris, bukan residivis, bukan orang yang ibaratnya sedang diburu untuk ditangkap," ujarnya.
Di akhir videonya, Refly juga berpesan untuk kembali pada komitmen negara sebagai negara hukum.
"Kita harus kembali berkomitmen dengan negara kita sebagai negara hukum, jangan sampai negara hukum dicederai dengan ambisi-ambisi, persaingan politik tertentu yang dengan mudah mengorbankan nyawa manusia padahal nyawa manusia itu sangat lah berharga dan tidak bisa digantikan dengan apapun," katanya.
Reporter: Aditia Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar