Bunda Ossy pemburu hantu asal Semarang sebelah kanan yang memakai baju hitam (dok.istimewa)
Meski dia mempunyai aktifitas sebagai pemburu tempat-tempat horor, Bunda Ossy mempunyai hobi memasak. Ketika komunitas Semarangker mengadakan acara dia dan anggota lain yang membuat makanan.
"Saya di Semarangker kan jadi Kepala Divisi Srikandi. Nah saya dan anggota saya yang masak-masak kalau ada acara. Itu lebih irit. Apalagi saya juga hobby masak, "ungkapnya.
Meski Semarangker banyak dikenal publik sebagai organisasi horor, untuk devisi yang dipimpin Bunda Ossy juga mempunyai kegiatan lain seperti baksos, potong rambut gratis, facial gratis hingga menanam mangrove.
"Profesi kita kan beda-beda ya, selain menjelajah tempat horor kita juga membuat kegiatan yang bermanfaat buat warga sekitar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Cara Mudah Hapus Background Foto dan Perjelas Gambar Online Pakai CapCut
-
Semen Gresik Gelar Silaturahmi Bersama dengan Puluhan Media Partner Se-Jawa Tengah
-
Gubernur Luthfi Turun Gunung, Pastikan THR Pekerja Jateng Cair Tepat Waktu
-
Exit Tol Bawen Angker! Pemprov Jateng Siapkan Rekayasa Darurat, Antisipasi Kecelakaan saat Lebaran!
-
Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional 13 Maret, Urai Simpang Bawen yang Kritis!