SuaraJawaTengah.id - Menjelang Natal, warga Pudaksari, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga menghiasi pohon cemara berukuran besar. Tak hanya yang beragama Kristen, melainkan warga yang beragama Islam juga turut membantu pembuatan pohon natal tersebut.
Di desa tersebut, orang Islam dan Kristen gotong royong membuat pohon natal. Begitupula sebaliknya, pada hari raya umat Islam, warga yang beragama Kristen juga turut membantu perayaannya.
"Mamang di sini sudah saling membantu seperti ini sejak empat tahun yang lalu," jalas Ucup salah satu warga Muslim Pudaksari, Kamis (24/12/2020).
Pohon natal tersebut terletak di dekat Maajid, tepatnya di Jalan Pudaksari. Karena tempatnya di tepi jalan, tak jarang juga warga yang mengabadikan fotonya di pohon natal tersebut.
Meski lokasinya terbilang dekat dengan masjid, dia mengaku sudah berkomunikasi dengan takmir masjid. Ia mengatakan, takmir masjid setempat telah membolehkan adanya pohon natal di dekat masjid.
"Ya sudah berkomunikasi, boleh kok," ucapnya.
Untuk proses pembuatan pohon natal terasebut memakan waktu cukup lama. Seingatnya, untuk membuat pohon natal tersebut membutuhkan waktu 14 hari.
"Ya memang cukup lama karena harus memasang lampu yang tinggi-tinggi," ujarnya.
Menurutnya, ketika proses pembuatan juga tergolong unik. Ketika ada adzan, baik warga yang beragama Islam maupun Kristen berhenti untuk menghias pohon natal tersebut untuk menghormati warga yang beragama Islam.
Baca Juga: Bikin Yuk, Rice Crispy Ball Bentuk Pohon Natal yang Cantik
"Yang Islam kan ada yang beribadah juga, jadi harus menghormati," ucapnya.
Hal yang sama juga dikatakan Sapto Winasis yang merupakan salah satu warga Nasrani di Pudaksari. Menurutnya, kultur toleransi memang sudah terbangun sejak ia masih kecil.
Ia samawa warga Pudaksari merasabaman dan bahagia karena bisa gotongroyong meski agamanya berbeda-beda. Menurutnya, hal ini bisa menjadi bukti jika Salatiga merupakan kota yang damai dan rukun.
"Ini pertanda jika warga Salatiga itu rukun-tukun," imbuhnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang
-
Mengenal Varian Cicada, Ahli Sebut Anak-Anak Lebih Rentan Tertular Dibanding Dewasa
-
Cuaca Semarang Jumat Ini 'Adem Ayem', BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Lain