SuaraJawaTengah.id - Pandemi Covid-19 belum berakhir. Protokol kesehatan yang ketat masih dianjurkan untuk diterapkan, termasuk melarang pesta pernikahan dengan jumlah tamu yang banyak.
Para pakar kesehatan berpendapat, kondisi saat ini belum aman untuk menggelar pesta pernikahan pada paruh pertama tahun 2021, saat Covid-19 masih menjadi pandemi.
Meskipun kabar mengenai vaksin menjanjikan, tetapi relatif masih membutuhkan waktu lama hingga virus corona tidak menjadi ancaman bagi mayoritas penduduk global. Ini artinya menggelar pesta pernikahan tidak akan aman selama beberapa bulan ke depan.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan baru memulai vaksinasi pada pertengahan Januari lalu dengan tenaga kesehatan menjadi penerima vaksin prioritas. Selanjutnya, baru giliran petugas pelayanan publik dan kelompok usia lanjut (di atas 60 tahun), diikuti masyarakat rentan dan masyarakat umum.
Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, perlu waktu 15 bulan mulai Januari 2021 hingga Maret 2022 untuk menuntaskan program vaksinasi nasional COVID-19 di 34 provinsi Indonesia.
Jadi, kecil kemungkinan sebagian besar tamu pernikahan divaksinasi di pesta pernikahan yang berlangsung pada paruh pertama tahun 2021.
Bahkan jika sebagian besar tamu divaksinasi, tidak ada yang bisa dilakukan pasangan untuk memastikan 0 persen kemungkinan seseorang tertular atau menyebarkan virus di acara mereka.
Inilah alasan pakar penyakit menular di Orlando Health's Infectious Disease Group, Dr. Edgar Herrera Sanchez tidak menyarankan pasangan merencanakan pesta pernikahan besar sama sekali pada tahun 2021.
"Ini akan menjadi parodi yang sangat besar bagi setiap orang yang tertular virus sekarang dan meninggal, karena ini sesuatu yang dapat dicegah. Sayangnya, saya melihatnya setiap hari, orang yang sekarat karena (virus corona) ini," kata dia seperti dilansir dari Insider, Kamis (4/2/2021).
Baca Juga: Covid-19: Perempuan Sebagai Garda Depan Keluarga dalam Mencegah Hoaks
Menilai efikasi vaksin, Kepala Divisi Penjamin Mutu dan Regulasi PT Biofarma, Jeni Treshnabudhi dalam webinar yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkominfo mengatakan, vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech memiliki tingkat efikasi 65,3 persen yang berarti peluang seseorang terkena COVID-19 bisa turun sebanyak 65,3 persen.
Jadi, 5M yakni mengenakan masker; mencuci tangan; menjaga jarak; menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas tetap berlaku karena vaksinasi tidak menjamin 100 persen Anda tidak akan terinfeksi virus penyebab COVID-19.
Walau begitu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, masih belum jelas seberapa baik vaksinasi mencegah penularan virus penyebab COVID-19.
Mungkin juga akan memakan waktu berbulan-bulan sebelum suatu negara mencapai kekebalan kawanan.
Hingga hampir semua orang divaksin, pesta pernikahan dan jenis pertemuan besar lainnya akan berbahaya bagi pasangan, tamu mereka, dan orang yang bekerja untuk acara itu.
Namun, jika pasangan tetap ingin menikah pada tahun 2021, mereka harus menggelar acara dengan skala kecil, diadakan di luar ruangan jika memungkinkan dan harus menerapkan protokol kesehatan terutama mengenakan masker dan jarak sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya