SuaraJawaTengah.id - Gula tambahan mengacu pada gula yang terkandung pada makanan olahan, bukan gula alami dalam buah-buahan. Jika dikonsumsi berlebihan, hal itu bisa menyebabkan masalah obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan asupan gula dari semua sumber makanan dan minuman tak lebih dari 50 gram per hari, sedangkan untuk anak-anak hanya 30 gram per hari. Namun, kadang kita tak sadar bahwa asupan gula tubuh sudah tinggi.
Supaya bisa lebih berhati-hati, ketahui tanda bahwa kadar gula di dalam tubuh sudah tinggi, seperti yang dilansir dari Insider:
Sistem pencernaan bermasalah
Konsumsi banyak gula dan minuman ringan telah dikaitkan dengan tingginya risiko penyakit radang usus, seperti kolitis ulserativa.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tikus, terlalu banyak gula bisa menurunkan keragaman mikrobioma usus dalam seminggu, memungkinkan bakteri berbahaya berkembang biak.
Berat badan bertambah, tapi tetap lapar
Dalam American Journal of Clinical Nutrition, disebutkan bahwa mengonsumsi minuman yang dimaniskan dengan gula tambahan bisa meningkatkan berat badan pada orang dewasa dan anak-anak.
Tubuh lebih cepat membakar gula ketimbang protein, serat, serta lemak sehat. Oleh karenanya, camilan manis dapat membuat Anda lebih lapar daripada sebelumnya.
Baca Juga: Manfaat Olahraga Malam setelah Makan Makanan Berminyak: Mengurangi Lemak di Tubuh
Mengonsumsi gula memang akan memicu produksi hormon dopamin (kesenangan), tapi malah akan menganggu metabolisme dan hormon yang mengatur rasa kenyang jika berlebihan.
Selalu marah ketika lapar
Kebanyakan gula bisa membuat Anda merasa lesu, terutama jika sumbernya dari makanan ringan. Makanan tinggi gula tanpa protein atau lemak akan menyebabkan gula darah melonjak, menurunkan tingkat energi sehingga membuat Anda merasa lelah serta mudah tersinggung. Itulah yang dapat kemarahan saat lapar.
Berdasarkan penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Medical Hypotheses, makan banyak gula tambahan dalam jangka panjang bisa meningkatkan peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.
Muncul jerawat di sekitar mulut dan rahang
Sebuah studi baru-baru ini di JAMA Dermatology menemukan diet Barat yang sarat makanan manis serta susu dan makanan berlemak, dikaitkan dengan munculnya jerawat pada orang dewasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR