SuaraJawaTengah.id - Krisis stok darah berbagai golongan terjadi di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Hal itu terjadi selama PPKM Darurat berlangsung. Krisis stok darah terjadi akibat adanya pembatasan yang diberlakukan.
"Pembatasan itu melarang pengumpulan massa untuk menghindari kerumunan, sehingga aksi donor darah masal tidak dapat digelar seperti biasa, sedangkan kebutuhan darah tetap tinggi setiap harinya," kata Kepala Pelayanan UDD PMI Cianjur, Pratiwi Numalasari dilansir dari ANTARA di Cianjur Minggu (25/7/2021).
Ia mengatakan selama pandemi COVID-19 tingkat ketersediaan stok darah setiap harinya masih dapat tercukupi karena beberapa program yang dilakukan, termasuk mendatangi kelompok pendonor atau "mobile unit" (unit bergerak).
"Namun kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan selama PPKM Darurat diberlakukan sehingga untuk kebutuhan darah setiap harinya, kita hanya mengandalkan pedonor rutin dan donor pengganti. Akibatnya stok darah kita mengalami krisis, terutama golongan AB, A dan B, " katanya.
Ia menjelaskan selama PPKM Darurat kegiatan "mobile unit" tidak dapat dilakukan karena terbentur aturan terkait kerumunan, sedangkan kebutuhan darah aman setiap harinya, di angka 50 labu berbagai golongan.
Selama pemberlakuan pembatasan, pihaknya hanya memiliki stok darah berbagai golongan sebanyak 20 labu darah, sehingga sempat mengalami krisis.
Ia menuturkan, kebutuhan darah di Cianjur, untuk tiga rumah sakit yang ada seperti RSUD Cianjur, RSUD Cimacan dan RSDH serta pasien thalasemia setiap harinya mencapai 50 labu darah.
Sedangkan selama PPKM Darurat pedonor yang datang sangat minim, upaya jemput bola pun tidak dapat dilakukan karena jumlah pendonor yang dibatasi, hanya sosialisasi melalui media sosial yang dapat ditingkatkan.
Baca Juga: Hits: PMI Dituding Patok Harga Plasma Konvalesen hingga WHO Soal Gelombang Baru Covid-19
"Sosialisasi di media sosial hingga saat ini, terus kita maksimalkan terkait pentingnya mendonorkan darah, meski hasilnya belum maksimal. Harapan kami tingkat kepedulian masyarakat akan pentingnya donor darah, harus segera terbangun, sehingga dapat menutupi kebutuhan darah untuk kemanusian, seperti di kota lain, tingkat kesadaran masyarakatnya sudah tinggi, " katanya.
Ia menambahkan untuk hari Minggu (25/7) ini UDD PMI Cianjur memiliki stok darah yang sangat minim seperti golongan darah AB hanya 4 labu, A hanya 12 labu, B 16 labu dan O 19 labu.
Stok tersebut, hanya cukup untuk memenuhi pesanan dari satu rumah sakit, sehingga pihaknya berharap lebih banyak warga yang datang langsung ke UDD PMI Cianjur, untuk mendonorkan darahnya. Karena selain sehat, donor darah dapat menyelamatkan nyawa manusia, demikian Pratiwi Nurmalasari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama