SuaraJawaTengah.id - Di Solo, Jawa Tengah, baru-baru ini terungkap kasus seorang warga menawarkan minuman keras jenis ciu dengan cara keliling kota dengan mengendarai sepeda motor.
Pelaku berinisial RA asal Matesih, Karanganyar. Dia ditangkap Tim Sparta Polresta Solo di kawasan Kestalan, Banjarsari, Solo, pada Rabu (25/8/2021), malam.
Dari sepeda motor ditemukan kardus berisi enam botol ciu, tiga botol ciu oplosan ketan hitam, tiga ciu oplosan jenis leci, seluruhnya berukuran 1,5 liter per botol. Polisi juga menyita satu botol kecil berisi ciu lawaran.
Dalam laporan Solopos, Kepala Satuan Sabhara Komisaris Sutoyo menjelaskan, “Dia berkeliling sekaligus COD [cash on delivery] miras yang sudah dipesan. Saat ini pelaku sudah dibawa ke Mapolresta Solo untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik satreskrim.”
Ketika menangkap RA, polisi juga mendapat laporan mengenai penjualan ciu di kawasan Jebres. Tim Sparta pun meluncur ke sana.
"Inisial penjual miras DTA, 42, dalam aduan banyak warga resah karena banyak orang datang ke sana setiap malam. Apalagi saat akhir pekan,” kata Sutoyo.
Dari DTA, polisi menyita empat botol ciu lawaran berukuran 1,5 liter, satu botol gedang klutuk, dan 26 botol kecil berisi ciu lawaran.
Sutoyo mengingatkan masyarakat jangan mencoba-coba menjual atau mengedarkan miras.
Dia meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi jika menemukan peredaran miras.
Baca Juga: Wow! Pemprov DKI Jakarta Dapat 'Duit Nomplok' Rp52 Milyar Dari Perusahaan Miras
“Silakan memberi informasi ke call center kami. Pasti kami respons dan kami tindak lanjuti. Kami pastikan pula identitas pemberi informasi dirahasiakan,” kata dia.
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pendakian Terakhir Fahri di Gunung Slamet, Jatuh ke Kawah Saat Tertinggal dari Tiga Temannya
-
BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah Terdampak Gempa NTT
-
Jateng Masuki Usia ke-81, Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah Tekankan Kunci Utama Kemajuan Daerah
-
Pendaki Asal Brebes Dilaporkan Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Swafoto
-
Pulihkan Psikologis Warga Gempa NTT, Polda Jateng Berangkatkan Tim Trauma Healing