Dia mengaku, ketika melakukan pembelajaran di SD Bedono 1 seringkali terkena rob. Hampir setiap hari, guru dan siswa harus membersihkan kotoran dari rob.
"Kalau saat rob, para siswa malah seneng tapi gurunya yang was-was, " ujarnya.
Guru SD Bedono 2, Sukari mengatakan, sekolah di Bedono 1 menurutnya memang sudah tak layak pakai. Terdapat 30 siswa yang akhirnya dipindahkan ke SD Bedono 2 sejak awal semester yang lalu.
"Sekolahnya tak bisa untuk aktifitas siswa, sudah tak layak pakai," jelasnya.
Meski di Bedanya juga beberapa kali terkena rob, di SD Bedono 1 menurutnya lebih ekstrem karena langsung berbatasan dengan laut. Hal itu membuat gedung tersebut mudah rusak.
"Kalau di sini kan walupun juga sering rob namun masih ada mangrove. Jadi ombaknya agak tertahan," ujarnya.
Karena ruangan tak cukup, beberapa ruangan juga terpaksa dialihfungsikan. Ruang kantor guru juga terpaksa dijadikan kelas untuk para siswa karena ruangan untuk belajar kurang.
"Kalau yang kita tempati ini awalnya adalah perpustakaan, sekarang dijadikan tempat kantor guru," paparnya.
Dia menyebut, siswa SD Bedono 1 mulai pindah ke SD Bedono 2 pada bulan Juli ketika tahun ajaran baru. Pada awalnya, pemindahan tersebut diwarnai aksi penolakan oleh wali murid.
Baca Juga: Sejarah Kerajaan Demak, Kerajaan Islam Pertama di Pulau Jawa
"Pada tak mau karena jauh dari rumah terutama ketika musim hujan kan rob, banyak orangtua yang khawatir. Namun akhirnya bisa memahami," ucapnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima
-
Stefan Keeltjes Masuk Nominasi Best Coach Pegadaian Championship 2025/2026
-
Korban Skandal Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati Tak Perlu Takut, Ombudsman dan LPSK Jamin Perlindungan
-
El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan
-
Sayangkan Penanganan yang Lambat, Komnas HAM Dorong Kiai Cabul Ndholo Kusumo Dihukum Berat