SuaraJawaTengah.id - Belakangan ini Politisi Partai Demokrat (PD) Susilawati secara terang-terangan meminta kepada Presiden Joko Widodo agar merobohkan bangunan proyek Hambalang yang mangkrak.
Perempuan yang menjabat Departemen Luar Negeri dan Keamanan Nasional DPP PD itu menyarankan proyek yang mangkrak selama bertahun-tahun tersebut disulap menjadi kawasan terbuka hijau.
"Saran utk Presiden @jokowi terbaik sblm usai masa jabatan, jk hambalang mmg tdk layak dilanjutkn pembangunannya bs dirubuhkan agar bs ditanami pohon, tnh mjd kuat menahan air & tdk longsor, rasanya tdk sulit hny tinggal kemauan sj demi kebaikan hdp bersama," ujarnya melalui akun twitter @SisiwittFrida.
Dengan alasannya seperti itu, ia menyakini tidaklah sulit bagi Jokowi untuk merobohkan proyek Hambalang dan menyulap kawasan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.
"Jk membangun ibukota baru yg spektakuler sj mampu..apalah jk hny hambalang yg amat kcl..tentu sgt bisa," harapnya.
Masukkan politisi demokrat tersebut rupanya dikomentari pedas oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi. Bahkan ia menertawakan saran Susilawati tersebut.
"Usulan untuk menitipkan proyek mangkrak (Hambalang) ini ke Jokowi. Ini usulan paling lucu," buka Eko Kuntadhi melalui kanal YouTube Cokro TV.
Eko Kuntadhi mengatakan proyek Hambalang mangkrak karena saat itu pengerjaannya dinilai hanya untuk bagi-bagi proyek. Terlebih tidak kajian maupun riset kebutuhan proyek tersebut dibangun.
"Apa bener dulu proyek tersebut dibangun telah melakukan riset yang cukup? Dengan sebuah proposal yang cukup, memperhatikan kondisi lingkungan, kegunaan, dan infrastrukturnya. Saya rasa hal sederhana itu tidak diriset secara serius," jelasnya.
Baca Juga: Gerindra Singgung Partai Oligarki dan Ketum Karbitan, Demokrat Tegaskan Hal Ini
"Ujungnya kita bisa tangkap kerjaan Hambalang hanya iseng-iseng yang membuat duit APBN terhambur-hamburkan dengan percuma. Jadi kalau sekarang Partai Demokrat berteriak ke Jokowi minta Hambalang dibereskan, ya percuma orang sudah bisa menilai sendiri," sambungnya.
Lebih lanjut, Eko Kuntadhi menuturkan bahwa proyek Hambalang sudah diidentikkan publik sebagai sejarah korupsi terbesar pada zaman Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga, ia tidak setuju jika Hambalang dirobohkan maupun disulap oleh Jokowi menjadi kawasan hijau.
"Saya sih punya usul proyek Hambalang di sulap aja jadi bangunan wahana rumah hantu agar jadi tempat hiburan dan bisa jadi pelajaran anak-anak muda. Kalau itulah proyek yang tidak dipikir panjang, yang ujung-ujungnya untuk bancaan doang. Akhirnya bangunan mangkrak dan jadi sarang nyamuk," imbuhnya.
"Untuk sementara biarkan saja bangunan (Hambalang) itu tetap berdiri. Sebagai monumen dan pengingat bahwa orang yang tidak serius mengelola uang APBN maka jadinya akan seperti itu," pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi proyek Pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat sudah mangkrak selama bertahun-tahun.
Proyek yang digarap pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mangkrak karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengendus korupsi berjamaah oleh sejumlah pihak. Alhasil, proyek yang menghabiskan anggaran kurang lebih Rp2,5 triliun ini hingga kini terbengkalai bak rumah hantu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah