SuaraJawaTengah.id - Beredar unggahan video seorang wanita di Pati meminta keadilan ke Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru menuai kecaman publik.
Usut punya usut, wanita yang meminta keadilan kepada dua pejabat tersebut lantaran tak terima komplek perumahannya dirobohkan.
Melalui akun TikTok @sasmitaningrezeki11, wanita yang mengenakan hijab berwarna merah muda ini menyuarakan isi hatinya karena kediamannya di robohkan pemerintah setempat.
"Semoga video ini sampai ke pak Jokowi dan pak Ganjar. Pak kita rakyat kecil, minta bantuannya kita punya sertifikat LSM dan tiap tahun bayar pajak. Tapi bangunan kita dirobohkan," ujar wanita tersebut.
Wanita ini pun menuntut keadialan khususnya kepada Jokowi dan Ganjar Pranowo untuk bertanggungjawab atas penggusuruan kompleknya tersebut.
"Banyak warga yang jadi korban pak, minta bantuannya pak gubernur, pak Jokowi tolong minta keadilan. Kawasan kita ada di Margorejo, Pati, Jawa Tengah. Ini bangunan kita sudah rata semua pak," sambungnya.
Alih-alih mendapat dukungan, curhatan wanita yang meminta keadilan ini justru banyak dinyiyir oleh warganet di kolom komentar.
Pasalnya kompleks yang dimaksud wanita ini ternyata tempat prostitusi terbesar Lorok Indah (LI) di Keresidenan Pati.
Terlebih pendirian bangunan permanen di kawasan LI, dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang tata ruang. Sehingga pemerintah berkeinginan untuk mengembalikan pada fungsi utamanya yakni menjadi lahan hijau.
Baca Juga: 3 WNI Ditangkap di Lokasi Prostitusi Rumah Merah Malaysia, KBRI Ucap Istighfar
"Saya sebagai warga asli Margorejo sangat bersyukur komplek tersebut dirobohkan. Karena saya juga risih banget kalau Margorejo itu identik sama LI," ucap akun @ridabudia**.
"Saya bersyukur LI di gusur tempat maksiat itu. Salam dari Pati, Jateng," tutur akun @sodik.gage**.
"Mohon maaf mbak saya orang pati juga tapi semua warga pati sangat setuju kalau itu dirobohkan demi kebaikan kedepannya," imbuh akun @ndahpu**.
"Ternyata setelah baca komen aku paham kalau itu tempat hiburan plus-plus tanpa ijin. Jadi ya jangan salahkan pemerintah,warga sekitar aja bersyukur kok," sahut akun @rifa**.
"Menurut ku gak begitu saja di robohkan, pasti beberapa bulan atau tahun sebelumnya udah ada pertemuan masyarakatnya. Tapi kan kita-kiitanya aja yang ngeyel," sambung akun @halemma**.
"Minta dikasihani malah kena hujat," timpal akun @mieayam**.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Terkini
-
Komitmen Dukung Olahraga, BRI Berpartisipasi Hadirkan Clash of Legends 2026
-
Transformasi BRI Buahkan Hasil, Kredit Commercial Melonjak Pesat di Tengah Persaingan
-
Ratusan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Kunjungi Semen Gresik Pabrik Rembang
-
BRI Blora Gandeng Imigrasi, Sinergi Dukung Layanan Perbankan yang Modern
-
Abaikan Kritik Elite, PCNU se-Banyumas Raya Kompak Dukung Gus Yahya Lanjut Dua Periode