SuaraJawaTengah.id - Sanksi berat terus diberikan oleh negara-negara yang mengecem invasi Rusia terhadap Ukraina. Rusia mendapatkan sanksi bertubi-tubi dari banyak negara.
Kini Amerika Serikat dan para mitranya di Eropa sedang membahas tentang pelarangan impor minyak Rusia, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Minggu (6/3/2022).
Namun, AS dan sekutu Eropanya tetap menekankan pentingnya pasokan minyak yang stabil secara global.
"Kami sekarang dalam diskusi yang sangat aktif dengan mitra Eropa kami tentang pelarangan impor minyak Rusia ke negara kami, sementara tentu saja, pada saat yang sama, menjaga pasokan minyak global yang stabil," kata Blinken dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi NBC dalam acara "Meet the Press".
Blinken saat ini dalam perjalanan melintasi Eropa untuk berkoordinasi dengan para sekutu AS untuk melawan invasi Rusia ke Ukraina. Dia menambahkan bahwa ia membahas impor minyak dengan Presiden Joe Biden dan kabinetnya pada Sabtu (5/3).
Komentar Blinken itu disampaikan saat harga minyak dunia melonjak selama seminggu terakhir setelah Amerika Serikat dan sekutunya memberi sanksi kepada Rusia menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
Setelah invasi Rusia ke Ukraina, AS menjatuhkan sanksi pada ekspor teknologi ke kilang-kilang Rusia dan pipa gas Nord Stream 2 yang belum diluncurkan.
Sejauh ini, pihak AS tidak menargetkan sanksi larangan ekspor minyak dan gas Rusia karena pemerintahan Biden mempertimbangkan dampaknya terhadap pasar minyak global dan harga energi di AS.
Saat ditanya apakah Amerika Serikat telah mengesampingkan pelarangan impor minyak Rusia secara sepihak, Blinken mengatakan: "Saya tidak akan mengesampingkan pengambilan tindakan dengan satu atau lain cara, terlepas dari dampak tindakan itu. Namun, semua yang telah kami lakukan, pendekatannya dimulai dengan koordinasi dengan para sekutu dan mitra (AS)".
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Zona Larangan Terbang, Mengapa NATO Tolak Berlakukan Aturan Tersebut?
Warga AS sejauh ini merupakan konsumen bensin terberat di dunia. Hal itu disebabkan penggunaan mobil-mobil besar, jarak mengemudi yang jauh dan transportasi umum yang sedikit di banyak daerah di AS. Untuk itu, kenaikan harga minyak secara tradisional menjadi racun politik bagi para pemimpin AS.
Amerika Serikat mengimpor rata-rata lebih dari 20,4 juta barel per bulan minyak mentah dan produk minyak olahan dari Rusia pada 2021. Jumlah itu adalah sekitar 8 persen dari total impor bahan bakar cair AS, menurut Badan Informasi Energi (EIA) AS.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kendal Tornado FC Tambah Amunisi, Birrul Walidain dan Andre Oktaviansyah Resmi Bergabung
-
Ungguli Jatim dan Jabar, Jateng Pimpin Penyaluran Kredit Perumahan Nasional
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
Sindikat Pencurian Spesialis Rumah Lansia Dibongkar, Polresta Solo Tangkap Dua Pelaku
-
Semarang Capai UHC 100 Persen, BPJS Kesehatan Perluas Layanan Jantung hingga Kanker