Pernyataan Putin itu muncul ketika Ukraina mengumumkan pada 3 Maret bahwa lebih dari 16.000 warga asing secara sukarela ikut bertempur melawan Rusia. Ukraina telah membentuk "legiun internasional" bagi orang-orang asing.
Di Washington, jenderal marinir AS Frank McKenzie, kepala Komando Pusat yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah, mengatakan kepada Senat pada 15 Maret bahwa jumlah warga Suriah yang berusaha ke Ukraina tampaknya "hanya setetes".
"Kami yakin dari seluruh Suriah kemungkinan hanya ada sekelompok kecil, kecil –-sangat kecil-– orang yang berusaha mencari jalan ke Ukraina," kata dia.
"Sekarang baru ada tetesan yang sangat kecil," kata dia.
Dua pejabat senior regional yang dekat dengan pemerintah Suriah dan tiga sumber yang dekat dengan militer Suriah mengatakan kepada Reuters bahwa Rusia berusaha 'mengetuk' warga Suriah yang memiliki pengalaman tempur untuk berangkat ke Rusia.
Upaya tersebut sedang dilakukan dari pangkalan udara Rusia di Hmeimein, Provinsi Latakia, Suriah, kata mereka, yang berbicara secara anonim karena sensitifnya masalah itu.
Intelijen militer Ukraina mengatakan 150 tentara bayaran dikirim dari pangkalan udara itu ke Rusia pada 15 Maret untuk bergabung dengan aksi militer di Ukraina.
Kepala Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan kepada Reuters lebih dari 30 petempur telah kembali ke Hmeimein dari Rusia "setelah terluka saat bertempur dengan pembela Ukraina".
Dalam video yang dirilis pada 11 Maret, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina memiliki "informasi bahwa pasukan Rusia membawa tentara bayaran dari berbagai negara".
Baca Juga: Pertama Kalinya Rusia Gunakan Rudal Hipersonik Di Perang Ukraina, Tembak Sasaran Gudang Senjata
Dia memperingatkan kepada "siapa pun yang mencoba bergabung dengan penjajah di tanah Ukraina kami –-ini akan menjadi keputusan terburuk dalam hidup kalian".
Beberapa pejabat senior mengatakan gaji yang ditawarkan kepada petempur Suriah sekitar 1.000 dolar (Rp14,34 juta) per bulan atau 30 kali dari gaji seorang tentara Suriah. Petempur berpengalaman bisa mendapatkan 2.000 dolar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin
-
Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus
-
18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat