SuaraJawaTengah.id - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, mulai meningkatkan pengawasan distribusi daging sapi dan kerbau dari luar daerah untuk mencegah kemungkinan masuknya daging gelonggongan atau campur dengan daging lain yang tidak halal.
"Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setiap memasuki bulan Ramadan terjadi kenaikan permintaan daging sapi maupun kerbau," kata Kepala Seksi Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Sidi Purnomo dilansir dari ANTARA, Kamis (24/3/2022).
Ia mencatat selama bulan Ramadan kebutuhan daging sapi maupun kerbau bisa mencapai 218.278 kilogram atau melonjak dibandingkan rata-rata kebutuhan pada waktu normal hanya berkisar 51.309 kg setiap bulan.
Dengan kebutuhan daging sebanyak itu, maka tidak mungkin dipenuhi dari peternak lokal sehingga harus mendatangkan dari luar daerah. Sedangkan potensi kecurangan biasanya dilakukan oleh pemasok daging dari luar Kudus.
Untuk itu, lanjut dia, pengawasan daging dari luar Kudus setiap memasuki bulan puasa memang ditingkatkan, terutama di wilayah perbatasan dengan daerah lain, pasar tradisional dan sentra penjualan daging di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus.
Sementara ini, imbuh dia, pemantauan dilakukan di pasar-pasar tradisional dengan mengecek langsung ke masing-masing pedagang.
Di antaranya di Pasar Bitingan, Pasar Baru Kudus, Pasar Jember serta mendatangi langsung tempat pemotongan hewan milik swasta di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kudus serta tempat pemotongan hewan unggas di Pasar Baru.
Selain mengawasi ada tidaknya daging campur, pihaknya juga mengecek ada tidaknya daging yang mengandung formalin maupun boraks, serta tingkat higienitas dan sanitasinya.
Pemantauan juga menyasar daging kerbau impor dari India karena sudah banyak pedagang yang memasarkan daging tersebut.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 6 Hal Yang Bisa Bikin Puasa Ramadhan Batal
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Masih Ada 7 Daerah Belum UHC, Pemprov Jateng Dorong BPJS Jadi Prioritas Daerah