SuaraJawaTengah.id - Kudapan khas Ramadhan di Kota Semarang tak hanya bubur India khas Masjid Pekojan dan petis bumbon saja.
Namun, adapula kopi Arab hidangan khas Ramadhan yang disajikan dan hanya bisa ditemui di Masjid Kampung Menara, atau yang lebih dikenal dengan Masjid Layur, Kota Semarang.
Menjelang berbuka puasa, masyarakat di sekitar masjid Layur, selalu antusias berbuka puasa dengan menikmati segelas kopi arab yang dibagikan secara gratis.
Karno (60), warga Layur mengungkapkan kopi arab yang merupakan bukanlah kopi biasa. Namun, kopi yang diracik dengan berbagai jenis rempah seperti jahe, serai, kapulaga, pandan, kayu manis dan jaruk.
"Kopi arab itu beda sama kopi biasa ya, karena didalamnya ada tambahan banyak rempah yang bikin badan anget," ungkap Karno kepada SuaraJawaTengah.id.
Ia menuturkan, selama puluhan tahun tinggal di Kampung Layur, Karno selalu menyempatkan membatalkan puasa dengan menyeruput segalas kopi arab.
Menurut Karno, tradisi berbuka puasa dengan kopi arab sudah ada sejak zaman dahulu dan masih dilestarikan hingga kini.
"Sejak saya kecil kopi arab itu sudah ada dan hanya disajikan masjid Layur," terangnya.
Lebih lanjut, Karno mengatakan kopi arab khas Masjid Layur hanya bisa ditemui ketika hari tertentu saja selama bulan Ramadhan. Yakni setiap hari Minggu, Senin, Selasa dan Rabu.
Baca Juga: 3 Cara Self Healing di Bulan Ramadhan
Selain itu kopi arab juga disajikan ketika acara tertentu saja ketika diluar bulan Ramadhan. Seperti ketika pengajian setiap Jum'at malam dan kegiatan pengajian lainnya.
"Meski dibagikan gratis, kopi arab disini hanya ada pada hari tertentu saja," kata Karno.
Jemaah masjid layur, Munsanif menuturkan dalam satu hari masjid Layur mampu menyediakan hingga lima puluh jelas kopi arab bagi Jemaah.
"Setiap membagikan kopi itu ada dua teko atau sekitar 50 gelas," ucap Munsanif.
Ia menambahkan, juga terdapat buah kurma atau semangka yang disajikan bersama kopi arab untuk berbuka puasa.
"Tidak cuma kopi arab yang diberikan tapi ada kurma juga," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin