SuaraJawaTengah.id - Di Banjarnegara, Jawa Tengah terdapat sebuah bangunan Masjid yang unik. Masjid tersebut menggunakan tiang dari pohon tua yang berusia ratusan tahun.
Adalah Masjid Muhammad Hasan, Masjid yang dijuluki dengan Masjid Thikil Dewek atau yang artinya Masjid tumbuh sendiri ini terletak di Pondok Pesantren Alif Baa, Mantrianom, Banjarnegara.
Tidak hanya tiang penyangga yang berbeda dengan bangunan masjid pada umumnya. Atap Masjid ini menggunakan ijuk yang menambah kesan bangunan kuno.
Masjid tersebut terdiri dari 13 tiang dari pohon tua yang sudah berusia 650 tahun sebagai penyangga. Tak hanya itu, kayu pada bagian imam masjid bahkan sudah berusia 1.200 tahun.
"Tiang itu umurnya sudah 650 tahun menurut tim apresial yang ahli dalam bidang kayu itu. Kalau kayu yang ada di pengimaman itu umurnya sudah 1.200 tahun makanya sudah mengkristal dan di sana sudah diukir oleh alam keindahannya,"ujar Khayatul Maki, pengasuh Pondok Pesantren Alif Baa saat ditemui di Masjid, Selasa (12/4/2022).
Ia berkisah, untuk mendapatkan kayu sebagai tiang penyangga masjid tidaklah mudah. Ia mengaku harus berburu dan berkeliling mencari ke berbagai daerah di Jawa sampai bertahun-tahun.
Ia menyebut, kayu yang ditemukan bahkan dalam keadaan terkubur dalam tanah.
"Tentunya susah karena kita harus keliling di daerah Jawa, yang jelas untuk kayu jati ini kebanyakan di Jawa dan menjari dari ujung ke ujung dengan sabar beberapa tahun,"katanya.
Sementara asal muasal sebutan "Masjid Thikil Dewek" berawal ketika Pengasuh Pondok bermimpi. Ia menyebut, dalam mimpinya ada sosok yang mengatakan bahwa akan ada Masjid yang berdiri yang pada saat itu masih hutan belantara.
Baca Juga: Mengunjungi Masjid Al Falah, Masjid Komunitas Indonesia di Philadelphia, AS
"Jadi waktu itu saya tinggal disini dan ketika tidur bermimpi katanya akan ada masjid yang berdiri disini padahal waktu itu sini masih hutan,"katanya.
Tak heran, suasana sejuk akan terasa dengan design bangunan Masjid Thikil Dewek yang cocok dan menyatu dengan alam.
Masjid dengan kesan kuno ini dikelilingi oleh pohon aren dan dekat dengan sungai. Pada sudut atap terdapat tanduk berjumlah delapan yang angkanya melambangkan filosofi silaturahmi.
"Tandu ijuk itu ada delapan, angka delapan itu kan seakan tidak pernah terputus, seperti filosofi silaturahmi seluruh umat ii melalui angka 8, persatuan dan kesatuan tetap terjaga,"pungkasnya.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Jeritan Buruh Perempuan di Jateng: Beban Ganda, Rawan Dilecehkan hingga Butuh Daycare
-
Tragedi Maut di Grobogan: Avanza Mogok di Rel, 4 Nyawa Melayang Disambar Kereta
-
Jateng Masuk Fase Kering Awal Mei, BMKG Peringatkan Wilayah Ini Masih Diguyur Hujan Sedang!
-
May Day Bukan Gimmick: Luthfi Hadirkan Daycare, Jawaban Kongkrit Kegalauan Buruh Soal Anak
-
DPRD Jateng Kebut Paripurna, Sinyal Kuat Pemekaran Brebes Selatan Jadi Nyata?