Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 28 Juni 2022 | 17:45 WIB
Ceceran minyak mentah yang tumpah mencemari perairan area Selat Nusakambangan di Kabupaten Cilacap, Selasa (28/6/2022). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Jika cuaca hari ini bagus, Cecep memastikan kondisi perairan Cilacap bisa kembali bersih. Dampak dari tumpahan minyak tersebut mengalir hingga jarak sekitar 2 km ke arah Selat Nusakambangan.

"Kalau dari pipa itu sudah di cek tidak yang bocor. Moncrotnya darimana masih kita mitigasi. Tapi yang jelas awalnya dari area 70 milik kita," tuturnya.

Hingga kini PT KPI Unit Cilacap masih menghitung total kerugian dampak dari tumpahan minyak mentah tersebut. Ia belum bisa memastikan dan masih menghitung kompensasi yang akan diberikan kepada nelayan yang turut membantu membersihkan area terdampak.

"Kita lihat dulu minyaknya jenis apa nanti kita investigasi lagi karena harga minyaknya kan beda-beda. Ini kan 1.900 liter tinggal dikalikan saja. Ini belum bisa kita hitung termasuk kompensasi yang akan diberikan ke nelayan," tutupnya.

Baca Juga: Pedagang di Majalengka Khawatir Pendapatan Turun Jika Penerapan Aplikasi PeduliLindungi untuk Beli Minyak Goreng

Diberitakan sebelumnya ceceran minyak berwarna hitam pekat mencemari pantai di kawasan Kabupaten Cilacap, Selasa (28/6/2022).

Kejadian tersebut menurut warga terjadi sejak Senin (27/6/2022) malam pukul 23.00 WIB.

Sugiarto (36) warga Kebon Sayur, Kelurahan Tambkareja, Kecamatan Cilacap Selatan mengatakan ia bersama rekan-rekannya mulai mengambil ceceran minyak di Dermaga T sejak tadi pagi. Namun ada juga nelayan lainnya yang mulai mengumpulkan minyak sejak semalam.

Kontributor : Anang Firmansyah

Baca Juga: Belum Dilakukan di Jateng, Yogyakarta Jadi Lokasi Uji Coba Pendataan Kendaraan Roda 4 Penerima BBM Subsidi

Load More