"Kami memprotes dan mengadukan hal ini berkali-kali kepada aparat keamanan dan pemerintah. Tapi tidak pernah ada tanggapan dan tindak lanjut," akunya.
Kekhawatiran warga ini akhirnya terjadi pada 4 desember 2021 lalu saat Gunung Semeru Erupsi. Desa Sumber Wuluh tertimbun oleh guguran pasir Gunung Semeru.
"Seandainya protes kami dulu didengarkan, mungkin desa kami tidak tertimbun oleh pasir. Sekalipun juga terdampak, kami menduga tidak akan separah sekarang dan menimbulkan banyak korban jiwa. Inilah yang kami protes, kami menuntut keadilan. Tolong lindungilah warga dari ancaman bencana Pak Presiden," ungkap Pangat
Kewenangan perijinan perusahaan penggalian pasir (Galian C) sekarang kewenangannya ada di pemerintah pusat.
Karena itu mereka yang mewakili warga terdampak berharap agar Pemerintah Pusat menindak tegas pelakupenambangan yang mengabaikan keselamatan lingkungan dan keselamatan warga.
"Kami tidak menentang penambangan pasir, silahkan saja. Tapi tolong, perhatikan keselamatan ladang dan keselamatan masyarakat sekitar," imbuhnya.
Paguyuban Peduli Erupsi Semeru setelah kejadian erupsi lalu, juga telah mengadukan ke DPRD Kabupaten Lumajang. Namun tidak ada kepastian yang didapat.
"Kami kemarin mengadukan ke DPRD Lumajang yang katanya akan membuat panitia khusus untuk menyelelidiki, tapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjut apa-apa. Kami juga mengadu ke Bupati Lumajang, tetapi juga tidak pernah ditanggapi. Nggak tahu kenapa," ujarnya.
Di tengah perjalanan, sempat terlintas keinginan untuk berhenti karena mereka bertiga mendapat informasi tentang adanya teror yang akan menimpa.
"Sempat kepikiran (berhenti) karena kawan saya ini menerima informasi ada teror dari Lumajang. Katanya hati-hati jangan kirim video dan foto karena sampeyan akan ditabrak lari. Saya sempat berhenti dan minggir sebentar. Setelah situasi aman saya lanjut jalan lagi," ungkapnya.
Saat ini, mereka bertiga sudah melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dari Purwokerto. Mereka mulai berjalan sejak pukul 13.30 WIB. Ia mengaku tidak menargetkan berapa hari sampai Jakarta.
"Yang penting jalan terus saja tidak pernah menargetkan. Setelah dari sini mungkin saya akan istirahat di Cirebon. Kalau capek ya berhenti sebentar," tegasnya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal
-
Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau