SuaraJawaTengah.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak para pemimpin senantiasa sensitif dengan perubahan yang terjadi sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat menjadi narasumber dalam acara Mandiri Learning Carnival (MLC) Region VI di Bandung, Rabu (6/7/2022).
"Pemimpin yang berhasil itu sadar bahwa kepemimpinan itu sifatnya situasional, selalu dihadapkan dengan waktu dan situasi yang terus berubah. Maka, jangan jadi pemimpin yang tidak sensitif dengan perubahan," kata Moeldoko dikutip dari ANTARA Kamis (7/7/2022).
Moeldoko mengakui bahwa dirinya sendiri kurang dapat mengikuti perkembangan teknologi digital. Kendati demikian, dia berharap pemimpin pada masa mendatang bisa senantiasa mengikuti perkembangan teknologi digital.
"Pemimpin yang tua seperti saya ini memang perlu disadarkan bahwa sekarang situasinya serbacepat, canggih, dan berbasis digital. Seperti saya ini cuma bisa WhatsApp saja, tidak bisa yang lainnya. Jadi, pemimpin masa depan harus terus ikuti perkembangan digital," kata dia.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital sangat penting untuk efisiensi pekerjaan. Meski demikian, dia mengingatkan para pemimpin agar tetap menjadikan sumber daya pegawai sebagai aset berharga, bukan sebagai alat produksi.
"Kekuatan pemimpin itu ada pada karakternya. Akan tetapi, lebih dari itu kekuatan pemimpin itu ada di bawahannya. Jadi, jangan batasi diri kita dengan ego. Mulai dengarkan bawahanmu. Mereka mungkin memiliki pemikiran-pemikiran hebat," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
GIIAS Semarang Kenalkan Ragam Teknologi Mobil Listrik, Changan Bawa BEV dan REEV
-
Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!
-
Deretan 5 Gubernur Hadiri Apel Akbar, 243 Ribu 'Hansip Reborn' Resmi Dikumpulkan di Jateng!
-
Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang
-
Kecelakaan KA Argo Bromo, Pengamat: Kesalahan Masinis Tak Bisa Dilihat Secara Tunggal