SuaraJawaTengah.id - Dosen Politeknik Negeri Cilacap (PNC) Afrizal Abdi Musyafiq menilai keberadaan energi baru terbarukan (EBT) sangat potensial dalam mendukung pengembangan sektor pertanian.
"Keuntungan negara kita, Indonesia, memang sinar matahari itu tahunan, bagus sekali, sehingga pengembangan EBT panel surya sangat cocok. EBT panel surya itu Indonesia banget, istilahnya begitu," kata Afrizal dikutip dari ANTARA di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (11/8/2022).
Oleh karena itu, menurut dia, pengembangan EBT panel surya dapat mendukung kinerja sektor pertanian, salah satunya melalui teknologi Solar Home System (SHS) rancangan Tim PNC seperti yang diterapkan di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.
Teknologi SHS dapat menjadi solusi bagi petani sawah tadah hujan dalam memenuhi kebutuhan air yang selama ini memanfaatkan mesin pompa air berbahan bakar minyak.
Dalam hal ini, teknologi SHS itu mengombinasikan pompa air tanah dengan panel surya. Pompa tersebut digunakan untuk menyedot air dari sumur bor yang memiliki kedalaman 20-30 meter.
Dengan menggunakan teknologi SHS, petani bisa menekan biaya produksi karena tidak perlu membeli BBM dan risiko terjadinya pencemaran lingkungan pun bisa dihindarkan.
"Teknologi SHS ini bisa diterapkan di sawah tadah hujan yang jauh dari irigasi teknis, daerah yang tidak terjangkau aliran listrik konvensional, juga daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)," kata dosen pengampu mata kuliah Energi Terbarukan serta Sistem Pembangkit Listrik itu.
Lebih lanjut, Afrizal mengatakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, pemanfaatan EBT ditargetkan mencapai angka 23 persen pada tahun 2025.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong adanya peningkatan pemanfaatan EBT panel surya dan sebagainya di berbagai daerah termasuk Cilacap.
Baca Juga: Gubernur BI Ingatkan Kepala Daerah Harus Kembali ke Asal-usul dengan Buka Pertanian
"Kami pun dari PNC telah menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi teknisi dalam perawatan peralatan EBT, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencarinya," kata Afrizal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal
-
Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau