SuaraJawaTengah.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar seluruh pemerintah daerah baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi untuk bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPID) dan daerah (TPID) guna menekan laju inflasi.
"Saya ingin bupati, wali kota, gubernur, betul-betul mau bekerja sama dengan TPID di daerah dan tim pengendalian inflasi di pusat," kata Presiden Jokowi saat memberi arahan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Arahan itu khususnya disampaikan Presiden Jokowi untuk mengatasi laju inflasi yang disebabkan kelompok pangan.
Presiden Jokowi meminta agar setiap pemerintah daerah (pemda) bisa mengidentifikasi harga-harga komoditas pangan apa saja yang tinggi di wilayahnya masing-masing.
Identifikasi itu dibarengi dengan pengecekan oleh tim pengendalian inflasi terkait ketersediaan pasokan pangan di masing-masing daerah agar bisa disambungkan dan memenuhi satu sama lain.
Menurut laporan Gubernur BI Perry Waluyo dalam kesempatan lebih awal, inflasi di Indonesia berada di angka 4,94 persen pada Juli 2022 terutama disebabkan inflasi komoditas pangan yang bergejolak mencapai 11,47 persen.
Presiden Jokowi meyakini bahwa apabila sinergi dan kerja sama antara pemda dengan TPID-TPIP bisa dilaksanakan dengan baik dapat kembali menekan laju inflasi di bawah 3 persen.
"Saya meyakini kalau kerja sama yang tadi saya sampaikan, provinsi, kabupaten, kota, gubernur, bupati, wali kota, TPID-TPID, TPIP, semuanya bekerja. Rampung. Selesai. Untuk mengembalikan lagi ke angka di bawah 3. Selesai. Wong kita barangnya juga ada kok," ujarnya.
Untuk itu Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan regulasi agar pemda dapat menggunakan pos anggaran belanja tidak terduga dalam APBD masing-masing diperuntukkan menutup biaya transportasi komoditas pangan yang diketahui menjadi masalah.
Baca Juga: Pengertian Inflasi dan Karakteristik yang Perlu Diwaspadai
Selain itu Presiden Jokowi juga memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi guna menanggulangi keluhan tingginya harga tiket pesawat, yang diperlukan dalam hal kargo pengangkutan komoditas antardaerah.
Presiden juga telah memberi arahan kepada Garuda melalui Menteri BUMN Erick Thohir untuk menambah armada pesawat mereka agar bisa membantu menormalkan kembali harga tiket pesawat.
Di sisi lain, Presiden mengingatkan bahwa setiap kepala daerah harus memahami betul situasi inflasi di wilayah kerjanya.
"Nanti saya ke daerah saya tanya, jangan sampai gelagapan enggak ngerti posisi inflasinya berada di angka berapa," ujar Presiden Jokowi.
Presiden menyebutkan lima daerah dengan laju inflasi tertinggi saat ini yakni Jambi sebesar 8,55 persen, Sumatera Barat 8,01 persen, Bangka Belitung 7,77 persen, Riau 7,04 persen, dan Aceh 6,97 persen.
Kelima daerah tersebut masuk dalam 30 daerah yang menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang tingkat inflasinya berada di atas inflasi nasional 4,94 persen pada Juli 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah