"Mereka melaut harian, dari jam 05.00 sampai 12.00 WIB. Hanya dapat ikan dua sampai tiga kilo. Sebelum ada kenaikan harga BBM, harga ikan murah dan cenderung menurun. Sekarang harga solar naik 30 persen, ternyata harga ikan masih murah. Ini sangat berat buat mereka," kata dia, Selasa (6/9/2022).
Riswanto menyebut, jumlah kapal nelayan berukuran di bawah 10 GT di Kota Tegal sekitar 400 kapal. Jika rata-rata tiap kapal ada dua nelayan, maka ada sekitar 800 orang yang terdampak kenaikan harga BBM.
"Teman-teman ini ketika mau melaut dengan hasil tangkapan yang kurang bagus, mereka sudah menghitung saat di darat. Ketika harga solar belum naik pun, pulang dari melaut tidak dapat hasil, apalagi dengan kenaikan harga sampai 30 persen. Jadi ada yang memilih menganggur, ada yang memaksakan diri melaut karena terdesak kebutuhan ekonomi dan setoran di bank," ucapnya.
Riswanto mengatakan, pemerintah seyogyanya menjamin dan melindungi keberlangsungan usaha sektor kelautan dan perikanan, terutama para nelayan kecil. Salah satunya, ada jaminan terkait harga ikan.
"Kenaikan harga BBM tak diikuti kenaikan harga ikan. Di tengkulak yang justru ada kenaikan dengan alasan ada kenaikan biaya transport. Sehingga ini harus menjadi catatan pemerintah, jangan sampai para tengkulak ini yang mendapat keuntungan, tapi nelayannya tidak ada perhatian dan jaminan harga ikan di pasaran," tandasnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
BRIN Minta Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar Diterapkan Bertahap
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
BRI Perkuat Bekal Kewirausahaan PMI Taiwan, Siapkan Langkah Membangun Usaha di Tanah Air
-
Pembangunan Stadion Kendal Tornado FC Disiapkan, Jadi Tonggak Kemajuan Sepak Bola Daerah