SuaraJawaTengah.id - Perangkat ponsel lipat semakin menarik minat masyarakat. IDC mencatat bahwa pengapalan smartphone ponsel lipat mencapai 7,1 juta unit pada 2021, meningkat drastis sebesar 264,3 persen dibanding 2020 yang hanya 1,9 juta unit.
Hal tersebut tidak terlepas dari teknologi perangkat ponsel lipat yang semakin canggih dan memberi kenyamanan lebih bagi pengguna. Samsung sebagai pionir sekaligus pemimpin pasar ponsel lipat berperan besar dalam mentransformasi perangkat layar lipat, mengubahnya dari inovasi yang radikal menjadi smartphone yang semakin digemari di berbagai negara.
Samsung memulai perjalanan foldable dengan meluncurkan Galaxy Z Series pada 2019, dan sekarang hadir dengan Galaxy Z Flip4 5G dan Z Fold4 5G dengan berbagai upgrade di tiap aspek perangkat, mulai dari layar, badan perangkat, hingga baterai dan kamera yang menghasilkan gambar lebih tajam dan jernih.
Dikutip dari ANTARA pada Rabu (7/9/2022) Samsung Electronics Indonesia melaluI Head of MX Business, Lo KHing Seng, menjamin bahwa Galaxy Z Flip4 5G dan Z Fold4 5G didesain dengan ketahanan tak tertandingi.
1.Ultra Thin Glass
Ultra Thin Glass yang dirancang dengan riset mendalam dan proses uji coba yang ketat dilengkapi dengan Armor Aluminum dan Gorilla Glass Victus+ sebagai material paling kokoh serta ketahanan air IPX8 membuat Galaxy Z Series terbaru menjadi foldable paling kokoh yang pernah ada.
2. Form factor
Galaxy Z Flip4 5G Samsung makin memaksimalkan form factor perangkat sehingga pengguna dapat membuat konten dengan lebih mudah dan nyaman. Multi angle yang disediakan FlexCam maupun dengan Cover Screen yang terintegrasi dengan FlexMode memberikan pengguna pengalaman membuat konten yang inovatif. Kualitasnya pun dijamin dengan teknologi terkini yang ditanamkan pada Ultra Wide Camera 12MP dan Wide Camera 12MP di Cover Screen serta Selfie Camera 10MP.
3. FlexCam
Baca Juga: Samsung Galaxy Wide 6 Meluncur, Dilengkapi Tiga Kamera 50MP dan Menggunakan Layar 90Hz
Galaxy Z Flip4 5G hadir dengan fitur FlexCam yang memberikan pengguna pengalaman merekam video layaknya menggunakan camcorder dan lebih leluasa mengambil foto cukup dengan melipat perangkat di berbagai sudut lipatan untuk menghasilkan konten multi angle. Membuat konten secara hands-free pun menjadi lebih mudah dengan melipat sesuai angle yang diinginkan dan meletakkan di permukaan datar, lalu ambil foto atau video dengan gesture atau timer.
4. Bodi ramping
Tampilan ponsel ramping dan ringan sampai berkat sistem engsel dan struktur lapisan layar terbaru yang lebih ringkas, berkontribusi terhadap penurunan bobot perangkat hingga 8 gram. Foldable ini juga hadir dengan bezel yang lebih tipis serta layar depan 3mm lebih lapang dibanding sebelumnya. Hadirnya pengaturan piksel yang lebih rapat membuat Under Display Camera pada layar dalam jadi makin tersembunyi, sehingga pengguna dapat memegang perangkat lebih nyaman dan menikmati konten dengan lebih puas.
Selain itu, melalui inisiatif Galaxy for the Planet, Samsung berkomitmen menjalankan proses manufaktur yang lebih berkelanjutan dalam memproduksi setiap perangkatnya. Seri Galaxy Z terbaru menggunakan ocean-bound plastic atau plastik yang diperoleh dari laut, seperti sisa jaring ikan pada berbagai komponen inti perangkat.
Material ini dipilih karena sekitar 640.000 ton jaring ikan terabaikan di lautan setiap tahunnya, membuat Samsung ingin berkontribusi mengurangi polusi tersebut dan dampak buruknya terhadap ekosistem bawah laut. Selain itu, kemasan yang akan pelanggan dapatkan ketika membeli Galaxy Z Flip4 5G dan Z Fold4 5G terbuat dari 100 persen kertas daur ulang, sama halnya dengan Galaxy S22 Series. Ini memungkinkan Samsung menghindari penggunaan sekitar 51.000 pohon di tahun ini.
Galaxy Z Series terbaru juga memiliki pengurangan volume kemasan hingga 58 persen dibandingkan dengan foldable Galaxy generasi pertama, membuat Samsung mampu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari pengiriman produk melalui truk, pesawat, maupun kapal. Hal ini memantapkan Samsung untuk memperkirakan pada akhir 2022 mendatang, upaya ini mampu mengurangi sekitar 10.000 ton emisi karbon yang dapat dihasilkan dari pengapalan barang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti
-
Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun
-
Hari Santri, PKB Jateng Perkuat Gerakan Sosial hingga Dorong UMKM Naik Kelas
-
Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam