SuaraJawaTengah.id - Menteri BUMN Erick Thohir berencana menggandeng para hacker Indonesia untuk melawan Bjorka yang sudah mengobrak-abrik data masyarakat Indonesia.
Erick Thohir juga menjadi salah satu pejabat yang data pribadinya dibobol dan disebar oleh Bjorka di media sosial.
Meski begitu, Erick Thohir mengaku bahwa ia tidak marah. Ia justru menyebut bahwa data pribadinya tersebut bersifat umum.
"Data saya juga dibocorkan, nomor teleponnya, agama saya sebagai agama islam dibocorkan, orang tua saya Muhammad Thohir, cuman ada catatan sedikit, cuman lulusnya kemarin SMA, harusnya Universitas tapi hal itu data-data pribadi yang memang dibuka," kata Erick Thohir.
Disebutkan oleh Erick, pemerintah akan melakukan perbaikan sistem di internal pemerintahan, agar peristiwa tersebut tidak terjadi kembali.
Lebih lanjut, Erick pun berencana untuk merangkul para hackers untuk bisa bekerjasama dengan pemerintah daripada hanya saling menjatuhkan bangsa sendiri.
"Para hacker pun yang kebetulan merasa kurang diapresiasi, bisa bicara kepada pemerintah, daripada kita saling menjatuhkan bangsa kita, justru kita bisa membangun bangsa kita, karena era digital itu sudah hadir di kita, maka kita harus bekerja sama," paparnya.
Rencana Erick Thohir menggandeng hacker Indonesia untuk melawan Bjorka mendapat tanggapan dari seorang warganet di akun TikTok @alinezad.
Warganet ini meminta para hecker Indonesia untuk mengabaikan permintaan Erick Thohir tersebut.
"Hari demi hari pejabat semakin kocak dan melawak. Gaes lihat ini, Erick Thohir ajak hecker lokal untuk membantu pemerintah melindungi data rakyat. Wahahaha," kata warganet tersebut dikutip pada Rabu (14/9/2022).
"Abaikan aja gaes percuma dibayar tinggi-tinggi tapi nggak bisa kerja. Masa melindungi data rakyat nggak bisa," tambahnya.
Warganet ini menyayangkan sikap pemerintah yang saat itu gemar menangkap para hecker Indonesia yang ketahuan membobol situs pemerintah.
"Tau nggak kalian dulu-dulu hecker lokal dipenjarakan. Hacker pasuruan diancam 10 tahun penjara karena membobol situs kemendagri. Dua peretas situs Setkab jadi tersangka ancaman 10 tahun penjara," ungkapnya.
Padahal seharusnya menurut warganet ini para hecker yang memiliki kemampuan tersebut diberdayakan bukannya malah ditangkap.
"Hacker-hacker kek gitu bukannya dilatih atau dibimbing malah dipenjarakan. Sekarang tiba-tiba diminta bantu pemerintah. Berani bayar berapa luh," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Katanya Bukan Data Rahasia yang Bocor, Tapi Pemerintah Bentuk Timsus Halau Serangan Bjorka, Ini Alasan Mahfud MD
-
Kepala BSSN 'Dirujak' Usai Klaim Kebocoran Data Tak Pengaruhi Sistem Elektronik, Publik: Pernah Belajar HTML Nggak ya?
-
Data Siber Kena Bobol Bertubi-tubi, Fadli Zon Sebut Kasus Hacker Memalukan: Masa Bjorka Versus Istana?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perizinan Tambang Transparan, Tambang Ilegal Harus Ditindak
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor