SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan datangnya musim hujan 2022-2023.
"Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, awal musim hujan 2022-2023 di wilayah Jateng secara umum diprakirakan maju atau lebih cepat satu hingga tiga dasarian dari normalnya," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo dikutip dari ANTARA di Cilacap, Rabu (14/9/2022).
Dengan demikian, kata dia, beberapa wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng lebih awal memasuki awal musim hujan yang berlangsung mulai dasarian pertama September 2022.
Dia menyebut wilayah Jateng selatan yang memasuki awal musim hujan pada dasarian pertama September adalah wilayah barat laut Kabupaten Cilacap, sedangkan di pegunungan tengah Jateng meliputi Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo bagian utara.
Ia mengatakan puncak musim hujan tahun 2022-2023 diprakirakan pada bulan Januari dan Februari 2023, sedangkan sifat hujan secara umum diprakirakan normal.
"Wilayah Jateng yang diprakirakan mengalami musim hujan terpanjang pada tahun 2022-2023 adalah sebagian wilayah selatan Kabupaten Cilacap karena mencapai 27 dasarian atau kurang lebih selama sembilan bulan," katanya.
Teguh mengatakan prakiraan tersebut berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data serta memerhatikan perkembangan kondisi fisis dan dinamika atmosfer regional maupun global yang sedang berlangsung serta kecenderungannya yang dapat mempengaruhi kondisi iklim di Jateng.
Dalam hal ini, kata dia, ENSO (El Niño Southern Oscillation) menunjukkan kondisi La Nina lemah hingga akhir tahun 2022 dan diprediksi berangsur menuju netral pada periode Februari hingga April 2023.
Selain itu, lanjut dia, IOD (Indian Ocean Dipole) menunjukkan kondisi negatif sampai akhir tahun 2022 dan suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature/SST) Indonesia diprakirakan hangat hingga November 2022.
"Terkait dengan prakiraan cuaca tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, tanah bergerak, dan sebagainya terutama di daerah yang rawan terjadinya bencana tersebut," kata Teguh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ruang Kelas SDN Sendangmulyo Semarang Hancur Ditimpa Pohon Roboh
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional