SuaraJawaTengah.id - Memberikan bekal kepada anak adalah hal yang wajib bagi orang tua. Namun, jangan sampai asal-asalan, masalah gizi juga harus dipertimbangkan.
Pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Anna Vipta Resti Mauludyani, SP, M.Gizi membagikan kiat bagi orang tua dalam menyiapkan bekal bergizi untuk anak, terutama anak usia dini, dengan memerhatikan porsi, tampilan, serta gizi seimbang.
Menurut Anna, konsep bekal sebetulnya merupakan makanan untuk selingan sehingga sebaiknya orang tua jangan menyiapkan bekal dalam porsi penuh atau besar.
Dia juga mengingatkan bahwa bekal bukan lah pengganti sarapan sehingga sebaiknya sarapan tetap dilakukan di rumah sebelum anak berangkat ke sekolah.
"Saya ingin kasih tips buat ayah bunda yang akan menyiapkan bekal untuk anaknya. Siapkan saja dengan porsi kecil. Kembali lagi bekal adalah snack (selingan), jadi anggapannya bekal adalah snack. Seperti halnya snack, tidak terlalu banyak (porsinya)," kata Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB dikutip dari ANTARA Jumat (18/11/2022).
Dengan memahami bahwa bekal sebagai makanan selingan, Anna menjelaskan porsi yang disajikan dalam bekal hanya 10 persen dari total kebutuhan kalori anak dalam sehari. Sebagai contoh, anak memiliki total kebutuhan kalori sebanyak 1.400 kkal, dengan demikian porsi bekal hanya mencakup 140 kkal saja.
"140 kkal sebanyak apa, sih? Mungkin kalau kita bayangkan pakai nasi, kalau nasi itu kira-kira hanya setengah centong sebelum ditambah lauk-pauk, sayur, dan buah. Dengan setengah centong nasi saja itu sudah cukup sebetulnya, jadi tidak perlu sampai memenuhi tempat bekal," kata Anna.
Dengan porsi kecil dan sesuai dengan kebutuhan anak, Anna mengatakan anak-anak akan merasa menikmati bekal yang mereka bawa dan bukan malah terpaksa untuk menghabiskan karena porsi berlebih.
Selain porsi, orang tua juga disarankan untuk membuat bekal dengan tampilan menarik dengan cara mempertimbangkan pemilihan warna makanan. Anna mengingatkan, warna menarik bukanlah warna yang mencolok dan warna menarik ini bisa didapatkan dari bahan makanan alami seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
Baca Juga: 4 Cara Mudah agar Anak Mau Bawa Bekal, Sudah Pernah Coba?
Kemudian, orang tua dianjurkan untuk menyiapkan tempat bekal yang juga menarik bagi anak-anak. Dengan begitu, imbuh Anna, mereka akan merasa semangat dan menambah rasa kepercayaan diri untuk memakan bekal yang dibawa.
"Kita bisa berguru sama makanan atau bento-bento yang dari Jepang. Jadi kita bisa menambah variasi nasi tidak hanya dibiarkan begitu saja, bisa dibuat bulat-bulat, ada cetakan segitiga," ujar dia.
Anna mengatakan biasanya banyak orang tua yang menemui masalah pada anak mereka yang tidak menyukai makan sayur-sayuran. Mengenai hal ini, orang tua dapat menyiasatinya dengan memilih jenis sayur yang memang disukai anak terlebih dahulu sambil memperkenalkan sayuran yang lain.
Orang tua juga dapat melakukan modifikasi pengolahan sayuran yang disukai anak seperti memasukkan sayur ke dalam nugget, risol, atau pangan olahan lain. Dengan cara ini diharapkan dapat mengatasi bekal sayur yang biasanya tidak dimakan oleh anak.
"Itu bisa kita lakukan juga. Kalau dia tidak suka (sayur) itu benar-benar tidak dimakan, jangan sampai seperti itu. Tapi kalau seandainya olahannya sudah menarik dan dia suka suka makanan olahannya dari sayur tersebut, nanti dia akan makan," kata Anna.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan