Budi Arista Romadhoni
Selasa, 24 Februari 2026 | 08:43 WIB
Ilustrasi mobil bekas Datsun.
Baca 10 detik
  • Pasar mobil bekas Indonesia diminati unit Datsun karena irit BBM, bandel, serta harganya terjangkau mulai Rp50 jutaan.
  • Model Datsun GO Panca manual tahun 2014 hingga 2016 sering diburu karena efisiensi dan biaya perawatan relatif murah.
  • Varian Datsun GO+ Panca menawarkan kapasitas tujuh penumpang dengan harga kompetitif, cocok untuk kebutuhan keluarga muda.

SuaraJawaTengah.id - Pasar mobil bekas di Indonesia terus bergerak dinamis, terutama di segmen mobil murah ramah kantong. Salah satu merek yang masih banyak diburu adalah produk dari Datsun. Meski sudah tidak lagi dipasarkan sebagai mobil baru, unit bekasnya tetap diminati karena dikenal irit bahan bakar, cukup bandel untuk harian, dan tentu saja murah meriah.

Dengan dana mulai Rp50 jutaan, pembeli sudah bisa membawa pulang mobil LCGC yang fungsional. Namun, memilih unit yang tepat tetap penting agar tidak salah beli. Berikut rangkuman 7 mobil Datsun bekas mulai 50 jutaan yang layak masuk daftar incaran.

1. Datsun GO Panca STD MT 2014

Generasi awal ini sering menjadi pilihan paling ekonomis. Di pasar mobil bekas, tipe STD manual tahun 2014 kerap dibanderol mulai Rp45–50 jutaan, tergantung kondisi.

Mesin 1.200 cc yang diusung terkenal cukup efisien untuk penggunaan dalam kota. Bobot mobil yang ringan juga membantu konsumsi BBM tetap hemat.

Alasan layak dipilih:

  • Harga sangat terjangkau
  • Mesin sederhana dan mudah dirawat
  • Cocok untuk mobil pertama

Bagi pembeli dengan dana super terbatas, unit ini biasanya jadi pintu masuk paling realistis.

2. Datsun GO Panca STD MT 2015

Naik satu tahun produksi, harga umumnya masih berada di kisaran Rp50 jutaan. Secara tampilan tidak banyak berubah dari versi 2014, tetapi kondisi unit biasanya lebih segar.

Baca Juga: 7 Honda Jazz Bekas Harga Rp 90 Jutaan yang Layak Dibeli di Indonesia

Karakter mobil ini tetap mengedepankan efisiensi. Untuk penggunaan komuter harian seperti berangkat kerja atau antar anak sekolah, konsumsi BBM tergolong bersahabat.

Nilai plus:

  • Pajak tahunan ringan
  • Spare part melimpah
  • Biaya servis murah

Unit tahun ini cocok bagi pembeli yang ingin sedikit lebih muda tanpa lonjakan harga besar.

3. Datsun GO Panca T Style 2015

Bagi yang ingin tampilan lebih menarik, varian T Style bisa dilirik. Harganya memang sedikit lebih tinggi dibanding tipe STD, tetapi masih sering ditemukan di rentang Rp52–55 jutaan.

Perbedaan utamanya ada pada kosmetik eksterior dan beberapa fitur tambahan. Meski begitu, dari sisi mesin tetap sama: 1.2 liter yang terkenal irit.

Kelebihan utama:

  • Tampilan lebih modern
  • Tetap hemat BBM
  • Cocok anak muda

Jika ingin mobil murah tapi tidak terlalu “polos”, tipe ini bisa jadi kompromi yang pas.

4. Datsun GO Panca STD MT 2016

Masuk tahun lebih muda, harga mulai merangkak tetapi masih masuk kategori murah. Beberapa unit bahkan masih bisa ditemukan di kisaran high 50 jutaan.

Mesin HR12DE yang digunakan sudah terbukti cukup bandel selama perawatan rutin dijaga. Untuk penggunaan dalam kota, performanya terasa cukup responsif.

Kenapa menarik:

  • Tahun produksi lebih baru
  • Mesin terkenal awet
  • Konsumsi bensin tetap efisien

Pilihan ini cocok bagi pembeli yang ingin unit lebih muda tanpa melonjak jauh dari budget.

5. Datsun GO+ Panca 2014 (7-Seater)

Kalau butuh mobil keluarga murah, versi GO+ Panca patut dipertimbangkan. Model ini memiliki konfigurasi 7 penumpang dengan bodi lebih panjang.

Di pasar bekas, tipe 2014 sering berada di sekitar Rp50 jutaan. Ini menjadikannya salah satu MPV 7-seater termurah yang bisa didapat.

Keunggulan:

Muat banyak penumpang
Tetap irit untuk kelasnya
Bagasi fleksibel

Namun, perlu diingat baris ketiga lebih cocok untuk anak-anak karena dimensinya terbatas.

6. Datsun GO+ Panca 2015

Versi 2015 menawarkan jelas lebih segar dengan harga yang masih ramah di kantong. Banyak unit dilepas di rentang Rp55 jutaan tergantung kondisi.

Mobil ini cukup populer di kalangan keluarga muda karena kombinasi harga murah dan kapasitas penumpang yang banyak.

Poin menarik:

  • Kabin relatif lega
  • Suspensi cukup nyaman
  • Biaya operasional rendah

Untuk penggunaan harian keluarga kecil, model ini masih sangat fungsional.

7. Datsun GO Panca STD 2017 (Unit Pilihan)

Bagi yang sabar berburu, kadang ada unit tahun 2017 yang turun mendekati Rp60 jutaan. Meski sedikit di atas 50 jutaan, selisihnya sebanding dengan usia mobil yang lebih muda.

Karakter mobil tetap sama: ringan, sederhana, dan fokus pada efisiensi.

Kenapa worth it:

  • Tahun lebih fresh
  • Risiko peremajaan lebih kecil
  • Tetap hemat BBM 

Unit ini cocok bagi pembeli yang ingin mobil murah tapi tidak terlalu tua.

Kenapa Datsun Bekas Masih Layak Dibeli?

Meski statusnya sudah tidak dijual baru, mobil dari Datsun masih punya banyak peminat. Ada beberapa alasan kuat di balik hal tersebut.

Pertama, konsumsi bahan bakar terkenal irit. Mesin 1.2 liter yang digunakan memang dirancang untuk efisiensi, bukan performa tinggi. Kedua, biaya perawatan relatif murah karena banyak komponen berbagi dengan produk Nissan.

Selain itu, harga bekas yang sudah turun jauh justru menguntungkan pembeli. Dengan dana terbatas, konsumen bisa mendapatkan mobil yang masih layak pakai untuk beberapa tahun ke depan.

Tips Penting Sebelum Membeli

Meski terkenal bandel, membeli mobil bekas tetap butuh ketelitian. Beberapa hal yang wajib dicek antara lain kondisi mesin, kaki-kaki, riwayat servis, serta keabsahan dokumen.

Test drive juga sangat disarankan untuk memastikan tidak ada getaran berlebih atau suara mencurigakan. Jika memungkinkan, ajak mekanik tepercaya saat inspeksi.

Dengan budget mulai Rp50 jutaan, mobil Datsun bekas masih menjadi pilihan rasional bagi pembeli yang mengutamakan fungsi. Karakter irit, bandel, dan murah meriah membuatnya cocok sebagai mobil pertama, kendaraan harian, maupun mobil keluarga hemat.

Kuncinya ada pada pemilihan unit yang sehat dan perawatan rutin setelah pembelian. Jika dua hal itu terpenuhi, mobil murah ini masih sanggup menjadi partner mobilitas yang andal untuk beberapa tahun ke depan.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More