Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 08 April 2026 | 20:14 WIB
Industri percetakan yang dihadirkan di Jogja Printing Expo 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/4/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Industri percetakan di Yogyakarta menghadapi penurunan pesanan akibat digitalisasi dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah saat ini.
  • Ketua PPGI menyoroti kemasan produk lokal Yogyakarta yang masih diproduksi di luar daerah sehingga merugikan pelaku usaha lokal.
  • Pemkot Yogyakarta berkomitmen mengoptimalkan PDIN dan gelaran Jogja Printing Expo 2026 guna memperkuat daya saing industri kemasan lokal.

Pemerintah Kota Yogyakarta berencana mengoptimalkan keberadaan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta untuk membantu industri percetakan

Kolaborasi antara seniman kreatif di Jogja dengan teknologi printing diharapkan mampu menciptakan solusi bagi keberlangsungan UMKM percetakan di masa depan.

Upaya penguatan industri ini pun mendapatkan momentum besar melalui perhelatan Jogja Printing Expo 2026 yang resmi dibuka hari ini, 8 April 2026, di Jogja Expo Center (JEC). 

Pameran yang berlangsung hingga 11 April ini menjadi wadah strategis bagi pelaku industri grafika untuk menampilkan teknologi terbaru serta memperkuat pertumbuhan sektor percetakan nasional.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran ini merupakan wujud komitmen untuk mendekatkan teknologi terbaru kepada pelaku kreatif dan UMKM di Yogyakarta. 

"Kami berharap sinergi yang terbangun di Jogja Printing Expo 2026 dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing industri percetakan Indonesia secara berkelanjutan," ujarnya.

Sebanyak 35 peserta, termasuk 15 UMKM, turut berpartisipasi menampilkan inovasi mesin digital printing beresolusi tinggi hingga teknologi UV-curing yang mampu mencetak pada berbagai media seperti akrilik, kaca, hingga kayu. 

Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan industri modern, termasuk produksi kemasan premium yang menjadi kunci bagi bangkitnya industri percetakan di Yogyakarta.

Baca Juga: KAI Commuter Tambah 12 Kali Perjalanan dari Stasiun Palur

Load More