Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:43 WIB
BBWS Bengawan Solo terus memperkuat penyaluran bantuan air bersih ke berbagai wilayah yang mengalami kekeringan sepanjang kemarau panjang. (Dok: BBWS Bengawan Solo)

SuaraJawaTengah.id - Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di sepanjang Sungai Bengawan Solo mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terus memperkuat penyaluran bantuan air bersih ke berbagai wilayah yang mengalami kekeringan.

Selama periode 21 Juli hingga 10 Agustus 2026, BBWS Bengawan Solo telah menyalurkan 293.000 liter air bersih kepada masyarakat di 33 desa yang tersebar di 12 kabupaten, yaitu Kabupaten Blora, Bojonegoro, Boyolali, Klaten, Lamongan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sragen, Sukoharjo, Tuban, dan Wonogiri.

Bantuan ini telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 2.666 kepala keluarga atau sekitar 8.170 jiwa yang terdampak kondisi kekeringan.

Warga Kabupaten Blora menyatakan bahwa distribusi air bersih ini sangat membantu kondisi kawasan mereka yang mengalami rawan air.

“Terima kasih banyak Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan air bersih, sangat membantu sekali untuk warga Grasak, karena di bulan Juli ini tidak ada hujan sama sekali. Harapan kami dari warga Grasak semoga dapat datang lagi bantuan air bersihnya,” kata Mina Purnamasari, salah satu warga Dusun Grasak, Desa Randulawang yang tengah mengantre air bersama para tetangga.

Senada ungkapan salah satu anggota masyarakat Kabupaten Bojonegoro.

“Kami warga Desa Sumberjo Kidul, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo, terima kasih atas bantuan air bersihnya. Warga saat ini sangat membutuhkan bantuan air bersih karena sampai saat ini masih kekeringan masih kekurangan air, serta sampai saat ini belum turun hujan sehingga makin hari sumber air semakin berkurang. Kami berharap bantuan ini terus berkelanjutan sampai nanti datangnya musim hujan,” kata Sutiyono, asal  Desa Sumberjo Kidul.

Bantuan BBWS Bengawan Solo telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 8.170 jiwa yang terdampak kondisi kekeringan. (Dok: BBWS Bengawan Solo)

Sejak bulan lalu, penyaluran air bersih telah dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. 

Bantuan air bersih ini telah didistribusikan ke:

Baca Juga: BRI Perkuat Ekosistem UMKM Desa Brilian Hargobinangun Sleman

  • Kabupaten Blora: 47.000 liter
  • Kabupaten Bojonegoro: 85.000 liter
  • Kabupaten Boyolali: 21.000 liter
  • Kabupaten Klaten: 7.000 liter
  • Kabupaten Lamongan: 5.000 liter
  • Kabupaten Ngawi: 32.000 liter
  • Kabupaten Pacitan: 12.000 liter
  • Kabupaten Ponorogo: 24.000 liter
  • Kabupaten Sragen: 35.000 liter
  • Kabupaten Sukoharjo: 14.000 liter
  • Kabupaten Tuban: 8.000 liter
  • Kabupaten Wonogiri: 3.000 liter

Penyaluran bantuan air bersih dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, BBWS Bengawan Solo juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan terkait agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah BBWS Bengawan Solo dalam menghadapi dampak musim kemarau sekaligus menjaga agar masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses terhadap air bersih. Penanganan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan perkembangan kondisi kekeringan di masing-masing daerah.

BBWS Bengawan Solo mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi apabila terdapat wilayah yang mengalami kekurangan air bersih dan membutuhkan dukungan distribusi air.

BBWS Bengawan Solo telah menyalurkan 293.000 liter air bersih kepada masyarakat di 33 desa. (Dok: BBWS Bengawan Solo)

Masyarakat yang terdampak kekeringan atau membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi Posko Siaga Kekeringan BBWS Bengawan Solo melalui kontak sesuai wilayah berikut:

Posko Siaga Kekeringan BBWS Bengawan Solo

Load More