Budi Arista Romadhoni
Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pameran UMKM pada 20-22 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jateng.
  • Acara tersebut menarik 15.159 pengunjung serta menghasilkan total transaksi ekonomi yang mencapai angka Rp1,165 miliar.
  • Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyatakan pameran ini bertujuan meningkatkan skala bisnis UMKM hingga menembus pasar internasional.

SuaraJawaTengah.id - Gelaran Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mecatatakan 15.159 orang pengunjung, dengan total transaksi mencapai Rp1,165 miliar.

Walakin, kegiatan yang dilaksanakan pada 20-22 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jateng itu bukan sekadar diukur dari jumlah pengunjung maupun nilai transaksinya, melainkan didorong agar ada peningkatan kelas dan jangkauan pasar produk UMKM.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Taj Yasin berharap, event tersebut mampu meningkatkan potensi masing-masing UMKM untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.

“Ada salah satu pelaku UMKM jamu yang menyampaikan kepada kami, akan melakukan MoU dengan Malaysia,” ujarnya.

Ia menilai, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pameran dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnis. UMKM yang sebelumnya hanya menjangkau pasar kabupaten/kota, dapat berkembang ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Artinya kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” kata Taj Yasin.

Taj Yasin berharap penyelenggaraan tahun depan dapat semakin menarik, bukan hanya dalam mendatangkan pengunjung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berbelanja produk UMKM.

“Bagaimanapun juga, ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga: Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Menurutnya, penguatan UMKM dinilai sangat penting, karena sektor tersebut terbukti mampu menopang perekonomian dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga menghasilkan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM sekaligus membantu meningkatkan omzet penjualan.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Desy Arijani mengatakan, pameran ini dirancang dengan konsep zonasi, meliputi zona Kranasda Expo, zona kuliner dan jamu, zona program, zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan.

Pameran tersebut diikuti 221 stan. Rinciannya, 35 stan zona Kranasda Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta enam unit mobil pelayanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai kegiatan pendukung turut digelar untuk menarik minat masyarakat. Di antaranya lomba memasak ikan bagi siswa SMK, job fair yang melibatkan puluhan perusahaan pencari tenaga kerja, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar tingkat SD sederajat, lomba stan terbaik, hiburan musik, hingga nonton bareng film-film lawas setiap malam.

Desy berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM.

Load More