- Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan kualitas udara dalam radius dua kilometer dari kebakaran TPA Jatibarang tidak sehat pada Kamis, 1 Oktober 2026.
- Kadar sulfur dioksida di SMAN 7 Semarang mencapai 258,26 mikrogram per meter kubik, melampaui ambang batas baku mutu udara ambien.
- Petugas puskesmas disiagakan untuk memantau dampak kesehatan dan kelompok rentan di sekitar lokasi kebakaran TPA Jatibarang sejak Jumat, 2 Oktober 2026.
SuaraJawaTengah.id - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, mulai menimbulkan persoalan kesehatan bagi masyarakat di sekitarnya.
Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat kualitas udara dalam radius hingga 2 kilometer dari lokasi kebakaran tidak memenuhi syarat bagi kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan hasil pengukuran udara ambien di sejumlah titik menunjukkan adanya peningkatan kadar polutan akibat kepulan asap dari kebakaran TPA Jatibarang.
Pengukuran dilakukan pada Kamis (1/10/2026), antara lain di SMAN 7 Semarang dan Kantor Kelurahan Bambankerep.
Di SMAN 7 Semarang yang berjarak sekitar 1,9 kilometer dari TPA Jatibarang, kadar sulfur dioksida (SO) tercatat mencapai 258,26 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut berada di atas ambang batas baku mutu udara ambien sebesar 150 mikrogram per meter kubik.
“Untuk yang di area TPA Jatibarang jauh lebih tinggi,” kata Hakam di Semarang, Jumat (2/10/2026).
Kelompok Rentan Diminta Waspada
Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian karena paparan asap kebakaran dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Hakam mengimbau masyarakat yang terdampak asap untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti bayi, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Baca Juga: Kebakaran Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang, Zona 4 Hangus Dilalap Api
Menurut dia, paparan asap dari kebakaran sampah perlu diantisipasi karena kondisi udara dapat berubah mengikuti arah dan kepadatan asap di lapangan.
Untuk memantau dampak kesehatan masyarakat, petugas puskesmas di sekitar kawasan TPA Jatibarang telah disiagakan.
“Monitoring wilayah dilakukan untuk mengetahui dampak dari asap kebakaran TPA,” katanya.
Petugas kesehatan juga memantau kondisi masyarakat yang berpotensi terdampak asap, sekaligus memastikan layanan kesehatan dapat diberikan apabila muncul keluhan akibat paparan asap.
TPA Jatibarang terbakar sejak Rabu (30/9/2026) malam. Kebakaran dilaporkan melanda area sekitar 10 hektare.
Api berangsur padam, tetapi sejumlah titik api masih tersisa. Kondisi tersebut menyebabkan asap tebal terus mengepul dari tumpukan sampah yang terbakar.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan
-
Gus Yasin Bongkar Peran Penting Anak Muda Jateng Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Dari Loper Koran hingga Doktor, Cerita Arief Tuntaskan Disertasi Sambil Jaga Ibu di Rumah Sakit
-
Timnas ke Final, Pemprov Jateng Pastikan Nobar Berlanjut hingga Laga Puncak
-
Di Makassar, BRI Peduli Bekali Disabilitas Dengan Keterampilan dan Wawasan Digital