Budi Arista Romadhoni
Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:16 WIB
Ilustrasi Gelombang Tinggi (Pixabay)
Baca 10 detik
  • BMKG mengimbau masyarakat pesisir Jawa Tengah agar waspada terhadap potensi banjir rob karena pasang air laut pada Selasa (6/10/2026).
  • Prakirawan BMKG Bintari di Jakarta menyatakan fenomena pasang air laut dapat mengganggu aktivitas harian warga, nelayan, serta transportasi laut.
  • BMKG juga memperingatkan adanya gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah perairan dan potensi kekeringan serta karhutla secara umum.

SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob akibat fenomena pasang air laut.

Imbauan tersebut menjadi perhatian khusus bagi warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir, menyusul adanya potensi pasang air laut yang dapat memicu genangan di sejumlah wilayah pantai Jawa, termasuk Jawa Tengah.

Prakirawan BMKG Bintari mengatakan masyarakat pesisir Jawa Tengah perlu mengantisipasi dampak pasang air laut, terutama terhadap aktivitas sehari-hari serta kegiatan masyarakat yang berada di sekitar kawasan pantai.

"Masyarakat pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan juga diminta mengantisipasi potensi banjir rob akibat fenomena pasang air laut," kata Bintari dalam siaran pembaruan informasi cuaca di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Peringatan tersebut menjadi penting bagi masyarakat pesisir Jawa Tengah karena aktivitas warga di kawasan pantai cukup tinggi, mulai dari permukiman, perdagangan, hingga kegiatan nelayan dan transportasi laut.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia masih dipengaruhi pola perlambatan dan pertemuan angin yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan.

Meski secara umum kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan perkembangan cuaca dan kondisi perairan.

Selain potensi rob, BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia, termasuk Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi nelayan dan operator transportasi laut agar mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di perairan.

Baca Juga: Mobil Listrik Tak Cuma Soal Teknologi, GAC Bawa AION UT Urban ke GIIAS Semarang 2026

Untuk wilayah Jawa Tengah, Kota Semarang dalam prakiraan cuaca BMKG diprediksi mengalami kondisi berawan tebal. Namun, masyarakat diminta tidak hanya berpatokan pada kondisi cuaca di daratan karena potensi rob berkaitan dengan dinamika pasang air laut.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Kewaspadaan juga diperlukan bagi warga yang memiliki aktivitas di sekitar pantai. Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan kondisi air laut dan mengantisipasi kemungkinan genangan yang dapat mengganggu akses jalan, permukiman, maupun aktivitas ekonomi.

Dengan potensi rob yang dapat terjadi akibat pasang air laut, masyarakat pesisir Jawa Tengah diharapkan tidak menunggu hingga genangan terjadi untuk melakukan langkah antisipasi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat secara umum untuk tetap mewaspadai risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengikuti pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui saluran resmi BMKG.

Load More