Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:21 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan mengecek penanganan kebakaran lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Sabtu. (ANTARA/HO-Humas Polda Jateng)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan memadamkan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Karanganyar.
  • Polda Jawa Tengah mengupayakan bantuan helikopter Penerbad untuk melakukan metode pemadaman pengeboman air.
  • Modifikasi cuaca dibahas bersama BMKG untuk mengatasi angin kencang yang menghambat proses pemadaman.

SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Sulitnya medan, angin kencang, dan keterbatasan peralatan menjadi kendala dalam upaya pemadaman.

Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, personel dari unsur Polri, TNI, relawan, dan instansi terkait terus berupaya memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Saat meninjau penanganan kebakaran pada Sabtu, ia menyebut pemadaman masih mengandalkan peralatan konvensional karena kondisi medan menyulitkan petugas menjangkau titik api.

Untuk mempercepat penanganan, Polda Jawa Tengah mengupayakan dukungan helikopter dari Penerbad guna melakukan pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air.

Selain itu, opsi modifikasi cuaca turut dibahas bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membantu mengatasi kondisi kemarau panjang dan angin kencang yang menghambat pemadaman.

“Angin cukup besar, antara lain disampaikan kita akan melakukan modifikasi cuaca. Tapi sangat tergantung dengan hasil penilaian dari teman-teman BMKG untuk membuat status modifikasi cuaca itu,” kata Roy.

Terkait penyebab kebakaran, Roy menyebut faktor kelalaian manusia masih menjadi salah satu kemungkinan yang perlu didalami.

Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan karena pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) belum dilakukan.

Baca Juga: Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

[ANTARA]

Load More