Budi Arista Romadhoni
Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:20 WIB
Ilustrasi pembayaran bioskop lokal menggunakan e-wallet atau pembayaran digital. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Berdasarkan SNLIK 2026, indeks literasi dan inklusi keuangan perkotaan masih lebih tinggi daripada perdesaan.
  • GoPay berkolaborasi dengan Sam's Studio untuk mempermudah pembelian tiket bioskop secara digital di berbagai daerah.
  • Riset internal GoPay menunjukkan 78 persen pengguna memperluas layanan keuangan berawal dari aktivitas hiburan.

SuaraJawaTengah.id - Pemanfaatan layanan keuangan digital tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada seberapa dekat layanan tersebut dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sektor hiburan, termasuk pembelian tiket bioskop, menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan transaksi digital kepada masyarakat di berbagai daerah.

Peluang tersebut muncul di tengah masih adanya kesenjangan literasi dan inklusi keuangan antara masyarakat perkotaan dan perdesaan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan di perkotaan tercatat sebesar 72,54 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 64,42 persen.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan di perkotaan mencapai 95,47 persen dan di perdesaan sebesar 90,39 persen. Data tersebut memperlihatkan bahwa akses terhadap layanan keuangan sudah relatif luas, tetapi pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan masih belum merata.

Salah satu pendekatan untuk memperluas penggunaan layanan keuangan digital adalah menghubungkannya dengan aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pembelian tiket hiburan secara daring, misalnya, dapat menjadi bagian dari kebiasaan transaksi digital yang semakin berkembang.

Pendekatan tersebut turut terlihat melalui kerja sama penyedia dompet digital GoPay dengan jaringan bioskop lokal Sam’s Studio. Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat mencari film dan jadwal tayang sekaligus membeli tiket melalui aplikasi digital.

Head of Product Marketing GoPay, Rudy Tantyo, mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas inklusi keuangan.

“Bagi GoPay, memperluas inklusi keuangan digital dimulai ketika masyarakat merasakan manfaat teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis di Semarang pada Selasa (20/10/2026). 

Rudy juga menyebutkan bahwa berdasarkan riset internal perusahaan, 78 persen pengguna aplikasi GoPay pertama kali memperluas penggunaan layanan dari aktivitas hiburan ke layanan keuangan lainnya.

Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil riset internal perusahaan sehingga perlu dibaca sesuai konteks dan metodologi penelitian yang digunakan. Data itu belum dengan sendirinya menggambarkan pola penggunaan layanan keuangan digital secara keseluruhan di Indonesia.

Baca Juga: Peran BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan dan Pertumbuhan Usaha di Pelosok Desa

Kehadiran layanan digital dalam sektor hiburan lokal juga berkaitan dengan upaya memperluas akses teknologi di luar pusat-pusat ekonomi utama. Sam’s Studio diketahui memiliki 16 jaringan bioskop yang tersebar di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia.

Head of Acquisition Programming Sam’s Studio, Karina Mahadi, mengatakan bioskop memiliki peran sebagai ruang hiburan bagi masyarakat di berbagai daerah. Kemudahan akses layanan digital, menurut dia, dapat mendukung pengalaman masyarakat dalam mengakses hiburan tersebut.

Namun, perluasan akses pembayaran digital tidak otomatis menyelesaikan persoalan inklusi keuangan. Ketersediaan jaringan internet, kemampuan menggunakan aplikasi, keamanan transaksi, serta pemahaman terhadap risiko layanan keuangan tetap menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara optimal.

Riset Global Findex 2025 dari Bank Dunia juga dapat menjadi salah satu rujukan untuk memahami hubungan antara penggunaan layanan pembayaran digital dan aktivitas ekonomi sehari-hari. Meski begitu, hubungan tersebut perlu dilihat bersama faktor lain, termasuk akses infrastruktur, tingkat literasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan.

Dengan demikian, pemanfaatan transaksi digital untuk kebutuhan hiburan dapat menjadi salah satu jalur pengembangan ekosistem keuangan digital. Tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan secara lebih merata, terutama oleh masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses dan pemahaman terhadap layanan keuangan.

Load More