- Indonesia melampaui target medali di Asian Games dan Asian Para Games 2026.
- Husnul Hadi menilai prestasi harus dibarengi evaluasi sistem pembinaan olahraga nasional.
- Ia mendorong pembinaan atlet yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis sport science.
Asian Para Games Jadi Momentum Mendorong Kesetaraan
Lebih lanjut, Husnul Hadi menilai capaian Indonesia pada Asian Para Games 2026 memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar keberhasilan melampaui target medali.
"Raihan 15 medali emas dan posisi kedelapan Asia menunjukkan bahwa atlet disabilitas Indonesia memiliki kapasitas luar biasa untuk berkompetisi dan mencapai prestasi internasional," ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan akses dan fasilitas tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengembangkan potensi olahraga.
Karena itu, pembinaan olahraga disabilitas perlu diposisikan sebagai bagian integral dari pembangunan olahraga nasional, bukan sekadar program pelengkap. Dukungan kebijakan, pendanaan, fasilitas, ilmu pengetahuan, hingga pengembangan sumber daya manusia perlu diberikan secara setara.
Husnul Hadi juga menekankan pentingnya penguatan sistem identifikasi talenta disabilitas sejak usia dini, peningkatan akses fasilitas olahraga yang inklusif, serta pemanfaatan teknologi dan sport science yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet.
"Prestasi Asian Para Games 2026 seharusnya menjadi momentum untuk membangun paradigma olahraga yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada potensi manusia," katanya.
Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Pembinaan
Lebih jauh, Husnul Hadi menyebut keberhasilan Indonesia pada kedua ajang tersebut perlu diikuti evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan olahraga nasional.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-24 Dapat Keuntungan di Asian Games 2022, Apa Itu?
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan melalui keterhubungan antara sekolah, klub, pusat pembinaan, perguruan tinggi, dan organisasi olahraga.
Selain itu, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga juga perlu menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan, mulai dari pengukuran kemampuan fisik, analisis teknik, biomekanika, psikologi olahraga, nutrisi, hingga pemantauan beban latihan.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan olahraga berbasis data melalui identifikasi talenta, pemetaan potensi atlet, evaluasi program latihan, dan pengukuran perkembangan prestasi yang didukung sistem informasi terintegrasi.
Di sisi lain, kesejahteraan atlet juga dinilai perlu mendapat perhatian serius.
"Atlet bukan sekadar instrumen pencapaian medali, melainkan manusia yang membutuhkan jaminan pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan masa depan setelah menyelesaikan karier kompetitifnya," ujar Hadi.
Ia menambahkan bahwa konsistensi kebijakan lintas periode menjadi faktor penting agar program pembinaan olahraga dapat berjalan berkesinambungan dan tidak berubah setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
-
Ungkap Penyebab Kematian Atlet Porprov, Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Ekshumasi
-
Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara
-
Berkat KUR BRI, Pengusaha Kopra Asal Pati Berhasil Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Perluas Pasar
-
Kongres IPNU-IPPNU di Kendal Bakal Pilih Pemimpin Baru, Siapkan Kader Menuju Indonesia Emas 2045