Budi Arista Romadhoni
Rabu, 04 November 2026 | 19:35 WIB
Kegiatan Advokasi Cegah IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme) Gen-Z di Ruang Digital di Kantor Dindikpora Kab. Temanggung, Rabu (4/11/2026). [Suara.com/Eka Setiawan]
Baca 10 detik
  • Densus 88 bersama instansi terkait mengadakan advokasi anti radikalisme bagi pelajar SMP di Temanggung pada Rabu, 4 November 2026.
  • Anak-anak rentan direkrut kelompok radikal lewat media sosial akibat labil, rendahnya literasi digital, serta pengalaman menjadi korban perundungan.
  • Narasumber mengimbau pelajar untuk memblokir konten negatif, menjaga privasi digital, serta memahami pentingnya hidup berdampingan dalam perbedaan.

Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang PSM Dindikpora Kab. Temanggung Isro Hendar Saputro yang memberikan materi, menyampaikan pengaruh digital yang negatif jika tidak dimitigasi dengan baik bisa menyebabkan kenakalan di kalangan pelajar.

Kepala Dindikpora Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyo mengapresiasi kegiatan kolaborasi semacam ini. Dia menyebut Indonesia adalah negara yang prural, kaya dengan perbedaan suku, bahasa hingga keyakinan.

“Hari ini anak-anak kita diberi pehamanan bagamana cara melihat Indonesia dengan segala perbedaannya,” ungkapnya sembari menyebut kolaborasi serupa perlu dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga masa depan anak-anak.  

Kontributor : Eka Setiawan

Load More