- Pembangunan perumahan BSB Village pada tahun 2022 menyebabkan penutupan Jalan Amarta yang menghubungkan Kelurahan Tambangan dan Sodong di Kota Semarang.
- Penutupan jalan tersebut memperpanjang jarak tempuh warga menjadi tujuh kilometer dan memicu hambatan distribusi ekonomi serta mobilitas harian.
- Warga mendesak Pemerintah Kota Semarang dan pengembang agar membuka kembali jalur tersebut demi kelancaran akses wisata religi Situs Jatiombo.
SuaraJawaTengah.id - Penutupan akses Jalan Amarta yang menghubungkan Kelurahan Tambangan dan Kelurahan Sodong, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dikeluhkan warga. Jalan yang selama ini menjadi jalur penghubung sekaligus akses distribusi hasil pertanian tersebut ditutup sejak pembangunan perumahan BSB Village pada 2022.
Akibat penutupan itu, mobilitas masyarakat di kedua wilayah menjadi terganggu. Warga yang sebelumnya hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk mencapai wilayah seberang, kini harus menempuh jalur alternatif dengan memutar hingga tujuh kilometer atau sekitar 20 menit perjalanan.
Tak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari, terputusnya akses tersebut juga menghambat kegiatan ekonomi masyarakat. Sebab, Jalan Amarta sebelumnya menjadi jalur lalu lintas kendaraan pengangkut hasil panen, material bangunan, hingga berbagai kebutuhan warga.
Salah seorang warga, Mimit Kusmianto, mengatakan penutupan jalan tersebut turut mempersulit masyarakat yang hendak mengunjungi Situs Jatiombo di wilayah Tambangan.
Menurutnya, situs yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kota Semarang itu kerap didatangi peziarah dari luar daerah, seperti Ungaran, Bawen, dan Salatiga.
"Karena sudah menjadi salah satu lokasi wisata religi di Kota Semarang, sehingga banyak peziarah datang dari luar Semarang, seperti Ungaran, Bawen, Salatiga. Kalau dari selatan atau Ungaran memang lewat sini (wilayah Tambangan) untuk sampai Situs Jatiombo," ujarnya saat ditemui di Situs Jatiombo, Rabu (4/11/2026).
Dia menjelaskan, jalur alternatif yang tersedia dinilai lebih sulit dijangkau dan memiliki jarak tempuh lebih jauh. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat peziarah dari luar Kota Semarang kesulitan menemukan akses menuju lokasi.
Padahal, Situs Jatiombo memiliki aktivitas ziarah yang cukup ramai, terutama pada malam Selasa dan malam Jumat.
"Kalau melalui jalur lain sangat sulit. Biasanya pengunjung dari luar Kota Semarang akan bingung kalau jalan terdekatnya ditutup. Kalau memutar selain bingung, jarak tempuhnya lebih jauh dibandingkan lewat jalan ini," katanya.
Baca Juga: Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
Mimit menambahkan, saat ini sudah ada upaya penataan kawasan Situs Jatiombo oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Penataan tersebut meliputi perbaikan akses masuk serta penambahan fasilitas penerangan agar pengunjung dan peziarah merasa lebih nyaman.
Dia berharap penataan kawasan wisata religi tersebut juga diikuti dengan penyelesaian persoalan akses jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
"Pemkot sudah turun tangan untuk penataan di situs ini. Semoga akses jalan warga dan peziarah juga bisa dibuka kembali agar memudahkan masyarakat yang datang," paparnya.
Warga Desak Jalan Amarta Dibuka Kembali
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Saroso. Dia menegaskan Jalan Amarta sejak awal merupakan jalur penghubung masyarakat antara Kelurahan Tambangan dan Sodong.
Menurutnya, jalan tersebut memiliki panjang sekitar satu kilometer dengan lebar lima hingga enam meter. Bahkan, jalur itu sebelumnya dapat dilalui berbagai kendaraan, termasuk mobil dan truk pengangkut material maupun hasil pertanian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
Dulu Cuma 5 Menit, Kini Harus Memutar 7 Kilometer, Jeritan Warga Mijen Usai Jalan Ditutup
-
Biaya Giling Padi Bisa Hemat 60 Persen, Pemprov Jateng Perluas Elektrifikasi Penggilingan
-
Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital
-
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026