Jejak Kejahatan Pemutilasi Kekasih Gelap, Deni Pernah Culik Mahasiswi

Agung Sandy Lesmana
Jejak Kejahatan Pemutilasi Kekasih Gelap, Deni Pernah Culik Mahasiswi
Deni Priyanto, tersangka kasus mutilasi dan pembakaran jasad wanita. (Suara.com/Teguh L).

"Kemudian dia mencari mangsa korban-korban yang bisa ditipu, dimanfaatkan untuk mendapatkan materi dan pada akhirnya menemukan tersangka pada akun Facebook itu, kata Bambang.

Suara.com - Deni Priyanto tampaknya tak jera untuk kembali mendekam di penjara setelah tertangkap dalam kasus mutilasi dan pembakaran jenazah wanita berinisial KW (51). Korban tak lain adalah kekasih gelap Deni.

Dari catatan kepolisian, Deny ternyata pernah melakukan penculikan terhadap seorang mahasiswi. Dalam kasus tersebut, Deni baru saja keluar dari penjara pada dua bulan lalu.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara menyebutkan, tujuan dalam aksi penculikan terhadap mahasiswi itu, Deni mengincar mobil milik korban. 

“Deni ini merupakan residivis yang baru saja dua bulan keluar dari penjara karena kasus penculikan. Di mana kasus terdahulu dia menculik seorang mahasiswi dan minta tebusan, dan ingin menguasai mobil tersebut. Kemudian divonis 4 tahun penjara,” kata  dalam konferensi pers di kantornya, Senin (15/7/2019).

Setelah bebas, lanjut Bambang Deni berupaya untuk mencari korban dengan cara membuat akun Facebook palsu, dengan nama akun “Thunder Flash”. Deni mengedit foto dengan wajah asli, namun tubuhnya orang lain.

Usaha tersangka selama penyamarannya pun berbuah hasil. Kali ini, wanita asal Bandung, Jawa Barat menjadi target baru Deni. Dalam modus mengedit foto di akun FB, Deni sempat menjalani asmara dengan korbannya sebelum akhirnya dimutilasi dan dibakar.

"Kemudian dia mencari mangsa korban-korban yang bisa ditipu, dimanfaatkan untuk mendapatkan materi dan pada akhirnya menemukan tersangka pada akun Facebook itu,” kata Bambang.

Diketahui, polisi sudah menangkap Deni yang dianggap menjadi pelaku mutilasi dan pembakaran potongan tubuh di Dusun Plandi Desa Watuagung, Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas pada Senin (8/7/2019).

Terkait pengungkapan kasus ini, Deni yang merupakan warga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah itu merupakan seorang residivis penculikan dan sudah pernah mendekam di tahanan.

Deni mengaku nekat menghabisi nyawa kekasih gelapnya itu karena kebingungan setelah korban menagih utang. Setidaknya selama menjalin asmara, Deni suka meminjam uang hingga mencapai Rp 25 juta. Motif aksi keji ini juga dilakukan lantaran Deni khawatir rahasia keluarganya terbongkar setelah korban memintanya agar dinikahi secara siri.

Kasus ini mulai terungkap setelah warga digegerkan dengan keberadaan potongan kaki, tangan dan kepala manusia yang ditemukan di sebuah saluran air di Dusun Plandi Desa Watuagung RT 8, RW 3, Kecamatan Tambak. Lokasi tersebut tidak jauh dari Tugu Perbatasan Banyumas dan Banjarnegara, masuk area hutan.

Kontributor : Teguh Lumbiria

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS