Warga Purwokerto Digegerkan Bungai Bangkai yang Tumbuh Subur di Pekarangan

Bunga yang termasuk dalam Famili Araceae (suku talas-talasan) tersebut tumbuh setinggi 50 centimeter dan diameter 30 centimeter, sedangkan tinggi mahkotanya 20 centimeter.

Chandra Iswinarno
Selasa, 12 November 2019 | 17:13 WIB
Warga Purwokerto Digegerkan Bungai Bangkai yang Tumbuh Subur di Pekarangan
Seorang warga menunjukan bunga bangkai yang tumbuh di salah satu pekarangan rumah yang ada di Purwokerto Selatan. [Suara.com/Anang Firmansyah]

SuaraJawaTengah.id - Bau bangkai tercium menyengat dirasakan seorang warga Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas sejak Senin (11/11/2019) petang. Setelah dicermati dan ditelusuri bau menyengat tersebut berasal dari bunga bangkai (Amorphophallus paeniifolius) yang tumbuh di pekarangan kosong di Jalan Lesanpura, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan.

"Saya sering nongkrong di depan rumah. Sudah lihat tunasnya sejak beberapa hari lalu. Tapi kemarin sore (Senin), saya merasakan bau busuk, saya kira dari bangkai tikus. Tapi setelah ditelusuri ternyata bersumber dari bunga ini," kata Imanudin saat melihat kembali bunga tersebut, Selasa (12/11/2019).

Bunga yang termasuk dalam Famili Araceae (suku talas-talasan) tersebut tumbuh setinggi 50 centimeter dan diameter 30 centimeter, sedangkan tinggi mahkotanya 20 centimeter.

"Kemarin sewaktu saya lihat pertama kali pukul 16.00 sore sedang dihinggapi lalat hijau banyak sekali. Bau busuk itu mulai hilang sesudah pukul 22.00 malam. Ini sebelahnya ada tiga tunas lagi yang mungkin bisa tumbuh. Jadi totalnya ada enam tanaman," lanjutnya.

Baca Juga:Bunga Bangkai Langka Amorphopalus Gigas Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor

Warga yang yang halaman rumahnya ditumbuhi bunga bangkai tersebut Hananto (60), mengatakan jika bunga tersebut sudah pernah tumbuh sebelumnya belasan tahun silam.

"Kalau orang sini nyebutnya Kembang Suweg. Sebelum ini juga sudah pernah tumbuh. Tapi lama sekali, sekitar 15 tahunan yang lalu. Memang baunya sangat menyengat. Lupa tapi jumlah tanamannya berapa yang dahulu," ujar Hananto.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas Widarso menjelaskan, tumbuhnya tanaman tersebut sangat mungkin terjadi karena ada berbagai faktor.

"Bijinya mungkin bisa juga terbawa oleh burung. Kita lihat saja, misal di Pulau Nusakambangan, di sana banyak burung dan banyak juga bunga bangkai yang tumbuh. Namun demikian dari kacamata kita jika diperuntukkan untuk tanaman hias tidak kita sarankan. Karena pada saat berbunga baunya juga tidak nyaman," katanya.

Secara ekonomis, lanjut Widarso, sangat kurang. Tidak bisa diperjualbelikan. Namun jika akan dimanfaatkan sebagai tempat wisata, menurutnya sangat baik.

Baca Juga:Geger Bunga Bangkai Tumbuh di Bekasi

"Karena itu termasuk dalam koleksi tanaman yang tidak di semua tempat ada. Tapi untuk selanjutnya ya terserah yang punya lahan. Yang jelas jika untuk dikembangbiakkan menurut kita kurang. Karena baunya sangat mengganggu," katanya.

Kontributor : Anang Firmansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak