Jejak Keberadaan Pasutri Pengelola Mitra Biro Umroh di Banyumas Menghilang

Chandra Iswinarno
Jejak Keberadaan Pasutri Pengelola Mitra Biro Umroh di Banyumas Menghilang
Ketua RW 1 menunjukkan foto kedua pasutri yang kabur usai digeruduk warga yang merasa ditipu akan dijanjikan berangkat umroh di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Minggu (15/12/2019). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Pengurus pondok pesantren yang dimiliki Ningrum, Wahyudi (31) mengakui tidak mengetahui keberadaan pemiliknya ini.

SuaraJawaTengah.id - Setelah kabur dari tempat tinggalnya sekaligus pondok pesantren dan juga kantor jasa perjalanan umroh yang berada di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, keberadaan pasangan suami istri Rudi dan Ningrum kini tidak diketahui keberadaannya.

Pengurus pondok pesantren yang dimiliki Ningrum, Wahyudi (31) mengakui tidak mengetahui keberadaan pemiliknya ini.

"Saya enggak tahu perginya kemana. Terakhir di sini sudah lama sih ya. Hampir satu bulanan. Waktu itu saya lagi tidur, pas bangun, tahu-tahu sudah tidak ada," kata Wahyudi.

Ia mengakui sudah menjadi pengasuh pondok pesantren tersebut selama tiga tahun. Selama itu, menurutnya, sudah pernah memberangkatkan jemaah umroh sebelum akhirnya seperti sekarang ini.

"Terakhir itu, transfer uang Rp 400 ribu untuk operasional pondok pesantren yang mengasuh 10 santri. Seingat saya, Senin kemarin. Ia menghubungi istri saya menggunakan nomor lain, tapi kita tidak tahu keberadaannya dimana," ujarnya.

Ketua RW 01 Desa Kemutug Lor Warsito mengatakan keberadaan pasutri yang merupakan warganya tersebut tidak jelas.

"Kemarin ada sopir zebra mengatakan Rudi itu ada di (Kecamatan) Sumbang. Dia pakai motor Supra jalan ke arah timur sekitar empat hari yang lalu. Dan ada juga yang mengatakan, anaknya Rudi sedang nikahan di (Desa) Kotayasa. Pak Rudi itu kan awal mulanya dari Kotayasa, nikah dengan Ibu Rikem, di sana berpisah. Lalu menikah siri dengan Bu Nyai di Sumbang, warga sini tidak ada yang tau pernikahannya tersebut," katanya.

Sebelum terjadi kasus penipuan ini, menurut Warsito, kegiatan jasa perjalanan umroh berlangsung lancar.

"Dulunya beres. Sepengetahuan saya sudah memberangkatkan jemaah dua kali. Waktu itu kalau tidak salah satu bus. Berarti sekitar enam puluh orang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, belasan calon jemaah umrah mendatangi sebuah pondok pesantren yang sekaligus dijadikan kantor biro perjalanan umrah, Minggu (15/12/2019). Namun, saat didatangi pemilik biro perjalanan sekaligus pengasuh pondok pesantren tidak ada di tempat dan tidak bisa dihubungi.

Kontributor : Anang Firmansyah

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS