Buntut Protes Kenaikan Biaya Kuliah, #UndipKokJahatSih Guncang Twitter

Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita
Buntut Protes Kenaikan Biaya Kuliah, #UndipKokJahatSih Guncang Twitter
Tagar #UndipKokJahatSih trending topic Twitter. (Twitter)

"Undip ga mau dibilang jahat, tapi naikin UKT saat Pandemi. Pangeran Diponegoro menangis mendengar kabar ini #UndipKokJahatSih," kata warganet.

SuaraJawaTengah.id - Linimasa Twitter dibuat ramai dengan kemunculan tagar #UndipKokJahatSih pada Sabtu (2/5/2020). Warganet ramai menyerukannya dalam beragam cuitan.

Tagar tersebut bahkan menempati jajaran trending topic Twitter pada pukul Sabtu, pukul 16.00 WIB.

Dari hasil pantauan Suara.com, terdapat lebih dari 3 ribu cuitan yang menggunaka tagar #UndipKokJahatSih hingga menempatkannya di urutan keempat pencarian terpopuler.

Hal ini dipicu oleh cuitan yang dibagikan akun Twitter @BEMUndip_ pada 22 April 2020 lalu.

Dalam sejumlah unggahan, akun tersebut menyampaikan tuntutan penolakan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru.

Sementara mengenai kenaikan UKT tersebut tertuang dalam SK Rektor 149/UN7.P/HL/2020. Dalam SK tersebut tertulis bahwa pembayaran UKT kini dibagi menjadi 7 golongan.

Terjadi kenaikan UKT golongan 3-6 senilai Rp 500 ribu jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk mahasiswa baru kategori golongan 7 UKT nya naik menjadi 1 juta.

Dijelaskan pula dalam SK tersebut, kebijakan ini dikeluarkan setelah mempertimbangkan sejumlah aspek seperti defisit anggaran, kenaikan harga dan inflasi.

Menanggapi hal itu, akun @BEMUndip_ menyampaikan sejumlah tuntutan yang poin utamanya yakni mendesak pihak kampus untuk meninjau kembali kenaikan UKT bagi mahasiswa baru.

Cuitan BEM Undip soal kenaikan UKT. (Twitter/@BEMUndip_)
Cuitan BEM Undip soal kenaikan UKT. (Twitter/@BEMUndip_)

Senada dengan hal itu, warganet menyampaikan protes kenaikan UKT Undip melalui cuitan dengantagar #UndipKokJahatSih.

Salah satunya @RizkiAdhaMttqn, "Permisi bapak rektor yang kami hormati. Statement yang bapak keluarkan hari ini membuat kami kecewa pak,semua statement bapak ada kata " tapi " nya pak. Kalau undip mau dibilang baik, transparansi ke kami pak biar kami tidak salah paham. Sekian dan terima kasih #UndipKokJahatSih"

Begitu juga dengan akun @RaflyOliSkyes yang mengecam kenaikan UKT mahasiwa Undip lantaran menurutnya tidak tepat waktu.

"Gak ada akhlak naikin UKT maba seenak jidat, lagi kesulitan dalam hal Ekonomi malah begini,jangan mencari aksi di kala pandemi #UndipKokJahatSih #undipnaikuktlagi," tulisnya.

"Undip ga mau dibilang jahat, tapi naikin UKT saat Pandemi. Pangeran Diponegoro menangis mendengar kabar ini #UndipKokJahatSih," timpal @debibsyiamfatwa.

Pihak Kampus Buka Suara

Kasubag Humas Universitas Diponegoro (Undip), Utami Setyowati mengklaim kenaikan UKT hanya diperuntukkan untuk mahasiswa baru setelah terjadi kesepakatan dengan seluruh BEM Fakultas.

Melalui keterangan resminya, Utami menyebutkan kebijakan ini telah dibahas sejak tahun 2019 dan diputuskan sepakat pada Februari 2020.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kampus telah menunjukkan kepedulian lebih kepada mahasiswa baik angkatan lama maupun baru yang mengalami kesulitasn finansial akibat pandemi virus corona.

"Ketika pandemi ini, Undip justru peduli dengan memberikan keringanan bahkan pembebasan UKT sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan," ungkapnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS