Heboh Sepeda Masuk Kafe, Publik: Kita Ini dari Tanah Jangan Kayak Langit

"Kita ini manusia tercipta dari tanah. Tolong jangan bersikap seperti langit. Apa ya kamu itu tercipta dari tanah sengketa?"

Dany Garjito | Ruhaeni Intan
Sabtu, 13 Juni 2020 | 21:43 WIB
Heboh Sepeda Masuk Kafe, Publik: Kita Ini dari Tanah Jangan Kayak Langit
Video roasting B. Pratama Saputra tentang kasus sepeda masuk kafe (Twitter).

SuaraJawaTengah.id - Seorang warganet sekaligus YouTuber B. Pratama Saputra menyentil kasus sepeda masuk kafe yang tempo hari terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Ia pun mengingatkan para oknum pengendara sepeda agar tak bersikap seperti langit.

Melalui akun Twitter-nya @bpratamasaputra, ia membuat video kocak yang isinya me-roasting perbuatan pelaku. Pratama pun mengatakan bahwa manusia itu tercipta dari tanah sehingga jangan bersikap layaknya langit.

"Dewe ki menungso tercipta seko tanah. Mbok yo ojo bersikap koyok langit. Opo yo dapuranmu iku tercipta soko tanah sengketa?" kata Pratama. Kita ini manusia tercipta dari tanah. Tolong jangan bersikap seperti langit. Apa ya kamu itu tercipta dari tanah sengketa?

Tak hanya itu, ia pun mempertanyakan permintaan maaf yang diungkapkan oleh salah seorang pelaku. Dalam video itu, mereka mengaku sebagai anggota baru sehingga belum mengetahui etika bersepeda.

Baca Juga:Kronologi Rombongan Pesepeda Brompton Masuk Kafe

Namun, istilah etika bersepeda membuat YouTuber dan influencer itu bingung. Pasalnya, sebagai orang dewasa, tanpa mengenal etika bersepeda pun, mereka seharusnya sudah tahu bahwa tak elok membawa sepeda masuk ke dalam ruangan.

Video roasting B. Pratama Saputra tentang kasus sepeda masuk kafe (Twitter).
Video roasting B. Pratama Saputra tentang kasus sepeda masuk kafe (Twitter).

"Dalam kasus iki, etika bersepeda marai aku bingung. Tak wenehi contoh. Nek aku dolan neng omahmu, mlebu omahmu, numpak motor ki, tak gawa motorku, meh tak tuntun, meh tak tumpaki, sak-sakku. Tak gaw mlebu omahmu, tak gawa mlebu kamarmu, tak gawa mlebu dapurmu, menurutmu aku ki menungso sing durung ngerti etika bermotor opo aku ki menungso gobl*k?" terangnya.

Dalam kasus ini, etika bersepeda bikin saya bingung. Saya kasih contoh. Kalau saya main ke rumahmu, masuk ke dalam rumahmu, naik motor, saya bawa motorku, mau saya tuntun atau saya naiki, terserah saya. Saya bawa masuk ke rumahmu, kamarmu, dapurmu, menurutmu saya ini orang yang belum mengerti etika bermotor atau saya ini manusia bodoh?

Video buatan Pratama ini berhasil mengundang perhatian warganet. Hingga berita ini ditulis, video itu telah memperoleh lebihd ari 4,9 ribu likes dan dibagikan sebanyak 2,5 ribu kali. Warganet pun memenuhi kolom reply dengan beragam komentar kocak.

"Iso tuku pedah larang sek wedi kelangan, isin karo seng sepedah e 500ewuan. Bah ilang bah njempalik los pokok diparkir panggon semestine," tulis @rswdilham. Bisa beli sepeda mahal tapi takut kemalingan, malu sama sepeda harga Rp 500 ribuan. Mau hilang, mau terbalik terserah yang penting parkir di tempat yang semestinya.

Baca Juga:Kesaksian Pelayan yang Kafenya Dimasuki Rombongan Pesepeda Brompton

"Etika bersepeda versi wong tercipta soko lahan sengketa ncen marai bingung mas," kata @Cruzita_tya. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini