Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Suhu Capai Minus 3 Derajat, Wisatawan Serbu Dieng Nikmati Fenomena Bun Upas

Chandra Iswinarno Minggu, 26 Juli 2020 | 20:57 WIB

Suhu Capai Minus 3 Derajat, Wisatawan Serbu Dieng Nikmati Fenomena Bun Upas
Fenomena Bun Upas di Kompleks Candi Arjuna Dieng. [Dok. Aryadi Darwanto]

Kemunculan bun upas di akhir minggu ini menarik animo banyak wisatawan. Ia menyaksikan, sekitar pukul 05.30 WIB pagi, banyak wisatawan telah berkumpul di lapangan.

SuaraJawaTengah.id - Kemunculan embun es atau bun upas jadi kejutan bagi wisatawan yang berkunjung ke Dieng dua hari terakhir ini. Dieng yang sempat sepi karena pandemi seketika berubah ramai seperti saat masa normal. 

Bahkan, pemandangan tak biasa nampak di kawasan wisata tersebut, lantaran hamparan rerumputan di lapangan  Kompleks Candi Arjuna Dieng memutih layaknya salju. 

Staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara Aryadi Darwanto mengatakan, suhu Dieng pada Minggu  (26/7/2020) pagi mencapai minus 3,5 derajat celcius. Dengan paparan suhu dingin itu, wajar tanaman atau benda di permukaan membeku.  Menurut Aryadi, embun es muncul dua hari berturut-turut di akhir pekan ini. 

"Kemarin katanya lebih tebal dan sebarannya lebih luas,"katanya, Minggu (26/7)

Aryadi mengatakan, kemunculan bun upas di akhir minggu ini menarik animo banyak wisatawan. Ia menyaksikan, sekitar pukul 05.30 WIB pagi, banyak wisatawan telah berkumpul di lapangan. 

Ia memperkirakan, akhir pekan depan akan kembali ramai wisatawan menyusul kabar munculnya bun upas yang biasa dinantikan. Objek wisata Dieng juga sudah dibuka, meski masih terbatas wisatawan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Pembukaan objek wisata Dieng ditambah fenomena bun upas akan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Dieng. 

"Tetap ada imbauan untuk menaati protokol kesehatan,"katanya

Ini bukan kemunculan pertama bun upas di Dieng di awal kemarau tahun ini. Sepengetahuan Aryadi, tahun ini bun upas sudah muncul sekitar delapan kali.

Kali pertama muncul fenomena itu pada bulan Januari 2020 karena pengaruh anomali cuaca. Normalnya, saat puncak penghujan tidak terjadi fenomena bun upas. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait