Ramai Usulan Penundaan Pilkada 2020, Rudy dan Gibran Ikuti Keputusan KPU

Usulan penundaan Pilkada 2020, muncul saat angka Covid-19 semakin tinggi, hal itu akan membahayakan kesehatan masyarakat

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 22 September 2020 | 13:13 WIB
Ramai Usulan Penundaan Pilkada 2020, Rudy dan Gibran Ikuti Keputusan KPU
Pilkada Serempak 2020

SuaraJawaTengah.id - Belakangan ini muncul usulan penundaan pilkada 2020. Hal itu terjadi karena tren angka positif Covid-19 terus meningkat. 

Namun, sikap Presiden Joko Widodo bakal tetap melaksanakan hajatan politik itu akhir tahun ini. 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya tidak punya kewenangan itu, yang punya KPU. Jadi kami tinggal melaksanakan,” ujar Ketua DPC PDIP Solo dilansir dari Solopos.com, Senin (21/9/2020).

Baca Juga:Desak Pilkada Ditunda, Fadli Zon: Jangan Kontradiksi Kata dan Perbuatan

Menurutnya, jika tidak ada penundaan alias Pilkada 2020 tetap berlangsung 9 Desember 2020 mendatang, KPU tetap harus mengedepankan protokol kesehatan. Hal itu guna mencegah Covid-19.

Dalam hal ini, strategi pembagian bantuan sosial tunai (BST) Kota Solo bisa jadi contoh. Artinya, perlu pembagian waktu pencoblosan agar tidak terjadi kerumunan massa.

Sebelumnya pencoblosan, penyelenggara juga mesti mensterilkan tempat pemungutan suara (TPS), petugas harus mengantongi hasil tes cepat nonreaktif.

Saat mencoblos, dengan alat coblos juga mesti menggunakan sarung tangan. Alangkah baiknya sarung tangan ini penyelenggara yang menyediakan.

Sementara itu, calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, juga mengaku akan mengikuti keputusan KPU ihwal penundaan atau lanjutnya tahapan pilkada 2020.

Baca Juga:Manut Jokowi; DPR, Mendagri dan KPU Tetap Gelar Pilkada di Tengah Pandemi

“Saya mengikuti keputusan KPU. Kalau mundur enggak masalah. Keputusan KPU seperti apa, kapan saja saya siap. Mau diundur juga sama saja ya pasti ada penyesuaian jadwal [kampanye]. Yang pasti saya dan pak Teguh [Cawawali] komitmen untuk menjaga protokol kesehatan, mau bikin inovasi kampanye tanpa tatap muka,” jelasnya.

Sebelumnya, baik pasangan calon wali kota-calon wakil wali kota dari PDIP, Gibran dan Teguh Prakosa, sudah memastikan kesiapan mereka jika tahapan pilkada berlanjut.

Pasangan calon ini sudah menyiapkan berbagai strategi kampanye tanpa harus mengumpulkan massa secara fisik jika KPU pusat tidak mengambil opsi penundaan pilkada 2020.

Begitu juga dengan lawan mereka dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo. Pasangan yang mendapat dukungan dari ormas Panji-Panji Hati Hanata Baris ini juga menyiapkan strategi kampanye.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak