Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lampiaskan Fantasi Seks, Indra Rudapaksa 3 Gadis ABG di Kuburan Cina

Agung Sandy Lesmana Rabu, 23 September 2020 | 15:06 WIB

Lampiaskan Fantasi Seks, Indra Rudapaksa 3 Gadis ABG di Kuburan Cina
Ilustrasi saat polisi melakukan pengecekan ke kuburan Cina. (Suara.com/Rambiga)

"Pelaku ini seorang buruh harian lepas, tapi dia punya fantasi [seks] yang sangat tidak baik..."

SuaraJawaTengah.id - Seorang remaja bernama Indrawan (20) kini harus meringkuk di penjara akibat perbuatan cabulnya.

Tersangka diringkus polisi karena telah merudapaksa tiga orang gadis remaja di kompleks kuburan warga Tiongkok alias Cina di Gunung Banyak di Katelan, Tangen, Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan jika pelaku memiliki fantasi seks yang berlebihan dan dilampiaskan kepada para korbannya.

"Pelaku ini seorang buruh harian lepas, tapi dia punya fantasi [seks] yang sangat tidak baik. Bisa dibilang, pelaku adalah predator anak yang berhasil kami ungkap," kata Rapahel seperti dikutip dari Solopos.com--jaringan Suara.com, Rabu (23/9/2020).

Aksi bejat pelaku yang merupakan pemuda buruh tani terungkap setelah keluarga dari salah seorang korban pemerkosaan, HN (15), melapor ke polisi pada Senin (21/9/2020).

Tindak pemerkosaan yang dilakukan pelaku kepada siswi SMP itu terjadi pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB di kompleks kuburan warga Tiongkok Gunung Banyak di Katelan, Tangen, Sragen.

Kepada polisi, pelaku mengaku sudah tiga kali memperkosa gadis di bawah umur yang rata-rata masih pelajar SMP-SMA. Salah satu dari korban berasal dari luar Sragen.

Pelaku memperkosa ketiga korban di kompleks makam warga Tiongkok di Gunung Banyak Tangen di waktu berbeda.

Indrawan mengaku nekat memperkosa tiga gadis belia itu karena sudah tidak bisa berpikir jernih. Pemuda itu mengaku sudah terbiasa menenggak minuman tertentu yang dicampur dengan cairan bensin.

Minuman itu, kata Indrawan, bisa memabukkan dan membuat pikiran dia menjadi kosong.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait