alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wow! Sakit Sariawan Ternyata Bisa Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Budi Arista Romadhoni Kamis, 15 Oktober 2020 | 17:30 WIB

Wow! Sakit Sariawan Ternyata Bisa Mengganggu Tumbuh Kembang Anak
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Anak akan mengalami penurunan nafsu makan, sehingga asupan gizi tidak bisa masuk dalam tubuh

SuaraJawaTengah.id - Meskipun tergolong ringan, penyakit sariawan ternyata bisa memengaruhi tumbuh kembang bayi dan anak-anak. Hal itu terjadi karena saat menderita sariawan, bayi dan anak-anak biasanya tidak nafsu makan dan minum.

dokter spesialis anak RSUD Kembangan, Jakarta Barat dr. Herwanto, Sp.A, mengatakan ketika sariawan menyerang bayi dan anak-anak, pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah selalu rajin memberikan minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Hal tersebut dapat dilakukan sebelum menemukan obat yang tepat.

"Kalau makannya menurun bisa dimaklumi, tapi kalau minumnya yang turun bisa dehidrasi. Minum harus diberi yang banyak agar anak tidak dehidrasi," kata dr. Herwanto dikutip dari Antara Kamis (15/10/2020).

Untuk meredakan nyeri yang dialami, orangtua bisa memberikan paracetamol yang sesuai dengan dosisnya. Obat tersebut dapat membantu untuk menghilangkan rasa sakit anak untuk sementara.

Baca Juga: Viral, Diduga Tenaga Kesehatan Doakan Anak-anak Sakit Agar Kliniknya Ramai

"Pertolongan pertama, nyerinya diatasi, lukanya jangan sampai kotor, jangan sampai infeksi sehingga menjadi besar dan makanan yang kita berikan harus sesuaikan bentuknya. Misalnya kasih yang lunak, bubur, sayur, atau susu sehingga kalau kena sariawan tidak nyeri," ujar dr. Herwanto.

Orangtua juga bisa mengoleskan aloevera atau lidah buaya pada bagian sariawan. Namun, pastikan bahwa lidah buaya tersebut sudah dibersihkan terlebih dahulu.

Untuk obat sariawan, dr. Herwanto menyarankan memberikan yang bersifat dioles pada bayi dan anak-anak. Jika sariawan berada pada rongga mulut bagian dalam, carilah yang berbentuk spray atau semprot.

"Kalau bayi apa pun yang masuk ke mulut pasti ditelan, kalau oles kan tepat sasaran. Kalau sudah 8 tahun atau remaja, mungkin bisa menggunakan yang kumur," kata dr. Herwanto.

Baca Juga: Hasil Studi: Lahir di Dataran Tinggi, Pertumbuhan Anak Berisiko Terhambat

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait