IDEAS 5.0 Bahas Inovasi Masa Depan, Pakar: Teknologi Tak Bisa Dipisahkan

Peran teknologi sangat besar, namun juga bisa menjadi ancaman

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:19 WIB
IDEAS 5.0 Bahas Inovasi Masa Depan, Pakar: Teknologi Tak Bisa Dipisahkan
Ilustrasi teknologi digital. [Shutterstock]

SuaraJawaTengah.id - Universitas Diponegoro sukses menggelar International Diponegoro Annual Summit (IDEAS) 5.0. Seminar yang dilakukan secara daring itu digelar selama dua hari yakni 10-11 Oktober lalu. Acara tersebut menghadirkan sejumlah pakar dan diikuti oleh ratusan peserta.

Di hari pertama, tema yang diusung adalah Youth Collaboration On The Technology Innovation For Society 5.0 Era, dengan pembicara Senior Data Scientist at GOJEK Indonesia, Ardya Dipta Nandaviri, dan Professor of Electrial Engineering at California Polytechnic State University, Prof Taufik.

Pembicara lain ada Prof Khoirul Anwar selaku Director of The University Center of Excellence for Advanced Itelligent Communications (AICOMS) Telkom Indonesia, Nikkolai Ali Akbar Veleyati President of Indonesia Student Association in China, dan Razin Hilmy Baihaqi, Student Executive Council of Dipenogoro University.

Sementara itu di hari kedua, mengusung tema berbeda yakni Recyled Plastic and Packaging Project for More Sustainable Brands. Adapun pembicara yang dihadirkan adalah Maya Tamimi, Head of Division Environment & Sustainability at Unilever Indonesia, Ratu Maulia Ommaya Public Relation & Community Manager ar The Body Shop Indonesia, Leonard Simanjuntak, Country Director for Indonesia at Greenpeace, Dimas Harris Sean Keefe President of Indonesia Students Association in South Korea. 

Baca Juga:Teknologi Penyiraman Tanaman Pintar Berbasis Mikrokontroller

Panitia Acara, Ramadhanisa Dwi mangatakan, memasuki era 5.0 dibutuhkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan peran anak muda yang kreatif dan inovatif. 

Oleh karena itu melalui acara tersebut diharapkan menjadikan wadah diskusi narasumber dan pemuda untuk mempersiapkan inovasi teknologi dalam menghadapi era 5.0. 

“Perkembangan teknologi digital membuat adanya pergeseran. Sumber Daya Manusia perannya tergantikan oleh teknologi,” ucapnya.

International Diponegoro Annual Summit (IDEAS) 5.0. (Dok IDEAS)
International Diponegoro Annual Summit (IDEAS) 5.0. (Dok IDEAS)

Sementara itu, Professor of Electrial Engineering at California Polytechnic State University, Prof Taufik dalam pemaparannya menjelaskan terkait Inovasi enegi terbarukan untuk mencapai net zero building atau bangunan yang lebih efisien. 

Menurutnya teknologi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam masyarakat era 5.0. Di dalamnya butuh inovasi berbagai aspek seperti misalnya ia mencontohkan efisiensi pada rumah atau gedung. Electrical system harus medukung smart teknologi terbentuknya society 5.0.

Baca Juga:Canggih! Cukup 30 Detik, Teknologi Murah Ini Bisa Diagnosis Covid-19

"Contohnya sekarang ini kita mengenal lampu LED sangat efisien dibanding produk lampu terdahulu. Bahkan sekarang terus berkembang bisa dikendalikan connect, bisa merubah  warna lampu lampu sesuai keinginan," ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak